Tiga Founder Perempuan Buktikan Bisnis Bisa Jadi Penggerak Perubahan
Berbeda dengan dua founder lainnya, Marthella Sirait membangun KONEKIN berangkat dari pengalaman pribadi ketika mengajar di sebuah desa terpencil di Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Saat itu, ia bertemu tiga siswa penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan peluang kerja.
"Saya punya janji pribadi. Kalau saya tidak bisa menyelesaikan semua masalah pendidikan di Indonesia, setidaknya saya ingin membantu tiga murid saya ini agar percaya bahwa mereka tetap bisa sekolah, bekerja, dan punya masa depan," ujar Marthella.
Janji tersebut kemudian melahirkan KONEKIN Indonesia, sebuah platform yang mempertemukan penyandang disabilitas dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja inklusif.
Selain menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan, KONEKIN juga mengembangkan platform berbasis AI untuk membantu penyusunan CV yang sesuai standar sistem rekrutmen (ATS-friendly), menyediakan proses verifikasi kandidat, pelatihan melalui Bersiap Academy, hingga program edukasi bagi perusahaan mengenai rekrutmen inklusif.
Saat ini KONEKIN telah bekerja sama dengan kawasan industri, termasuk di Karawang, dengan target meningkatkan jumlah peserta pelatihan dari 150 menjadi 500 orang.
"Kami ingin membuat akses pekerjaan menjadi lebih adil dan bisa dijangkau oleh 17 juta penyandang disabilitas usia kerja di Indonesia," kata Marthella.
Bisnis Sebagai Solusi Sosial
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!