Thai Tea Makin Digemari, Tapi Belum Jadi Minuman Harian

ED
PN
Kamis, 3 September 2026 | 06:44 WIB
Bagikan
Thai Tea Makin Digemari, Tapi Belum Jadi Minuman Harian

VISI.NEWSEs teh biasa punya banyak teman baru. Salah satunya Thai tea, minuman teh susu khas Thailand yang dalam beberapa tahun terakhir semakin mudah ditemukan di berbagai gerai minuman di Indonesia.

Pilihan mereknya pun semakin beragam. Mulai dari jaringan minuman besar hingga merek yang memang dikenal dengan cita rasa Thailand, semuanya berlomba menawarkan segelas Thai tea dengan rasa manis, creamy, dan aroma teh yang khas.

Lantas, siapa yang paling sering dipilih konsumen?

Survei Jakpat terhadap 300 responden yang mengonsumsi Thai tea racikan langsung dari gerai dalam tiga bulan terakhir menunjukkan bahwa minuman ini sudah memiliki tempat tersendiri di hati konsumen. Survei dilakukan pada 14–21 Juli 2026.

Namun, Thai tea ternyata belum sampai pada tahap menjadi "minuman wajib" setiap hari.

Sebulan Sekali, Seminggu Beberapa Kali

Bagi mayoritas konsumen, Thai tea lebih cocok menjadi minuman untuk momen tertentu.

Sebanyak 48% responden mengatakan mengonsumsi Thai tea sebanyak 1–3 kali dalam sebulan. Sementara 36% menikmatinya 1–3 kali dalam seminggu.

Ada pula konsumen yang cukup rutin meminumnya, yakni 12% yang mengonsumsi Thai tea 4–6 kali dalam seminggu.

Sementara itu, kelompok penggemar berat yang menikmati Thai tea setiap hari baru mencapai 4%.

Dengan kata lain, Thai tea sudah cukup populer, tetapi belum menggantikan teh, kopi, air mineral, atau minuman lainnya sebagai pilihan sehari-hari.

"Melihat pola konsumsinya, Thai tea dikonsumsi cukup rutin, tetapi belum menjadi minuman harian. Konsumen memilih Thai tea pada momen-momen tertentu, sementara pada kesempatan lain mereka memiliki banyak pilihan minuman alternatif," ujar Farida Hasna, Lead Researcher Jakpat.

Gerai Masih Jadi Favorit

Cara konsumen menikmati Thai tea juga menarik.

Seluruh responden dalam survei Jakpat mengaku mengonsumsi Thai tea yang dibuat langsung di gerai atau booth dan disajikan dalam kemasan gelas untuk dibawa pergi.

Lebih dari separuh responden juga menikmati Thai tea dalam format ready-to-drink (RTD) atau minuman kemasan siap minum.

Sementara itu, 31% responden memilih membuat Thai tea sendiri menggunakan produk bubuk atau sachet.

Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman membeli minuman langsung di gerai masih menjadi bagian penting dari kategori Thai tea. Konsumen tidak hanya membeli rasa, tetapi juga kenyamanan dan pengalaman mendapatkan minuman yang langsung diracik.

Chatime dan Kopi Kenangan Berbagi Posisi Teratas

Ketika berbicara soal merek, persaingannya menjadi semakin menarik.

Menurut survei Jakpat, Chatime dan Kopi Kenangan berada di posisi teratas sebagai merek Thai tea yang paling sering dikonsumsi. Keduanya sama-sama memperoleh 28% pilihan responden.

Di belakangnya terdapat Dum Dum Thai Drinks dengan 13%, disusul Es Teh Indonesia sebesar 11%.

Sementara haus! melengkapi lima besar dengan 9%.

Data ini memperlihatkan bahwa pasar Thai tea tidak hanya dikuasai oleh merek yang identik dengan minuman Thailand. Jaringan minuman dengan basis pelanggan yang sudah besar juga mampu menarik konsumen melalui kategori Thai tea.

Artinya, persaingan tidak semata-mata soal siapa yang paling "Thailand", tetapi juga siapa yang paling mudah ditemukan, memiliki harga yang sesuai, menawarkan rasa yang cocok, dan sudah dekat dengan keseharian konsumen.

Soal Rasa, Dum Dum Punya Keunggulan

Menariknya, ketika pertanyaan bergeser dari "merek mana yang sering diminum" menjadi "merek mana yang rasanya paling autentik", hasilnya berubah.

Dum Dum Thai Drinks menjadi yang teratas. Sebanyak 82% responden menilai Thai tea dari merek tersebut memiliki rasa yang autentik.

Posisi berikutnya ditempati Chatime dengan 71%, kemudian Kopi Kenangan dengan 63%.

Sementara itu, haus! memperoleh penilaian autentik dari 57% responden, sedangkan Es Teh Indonesia mencapai 52%.

Perbedaan ini menunjukkan satu hal penting: merek yang paling sering dibeli belum tentu menjadi merek yang dianggap paling autentik.

Dum Dum, misalnya, memiliki keunggulan pada persepsi rasa khas Thai tea. Hal tersebut dapat menjadi modal penting ketika konsumen semakin mengenal kategori dan mulai membandingkan pengalaman produk.

Konsumen Tidak Cuma Cari Nama Besar

Bagi pelaku bisnis minuman, data tersebut memberikan gambaran bahwa brand awareness dan kemudahan akses memang penting, tetapi pengalaman ketika minum tetap menjadi penentu.

Farida Hasna mengatakan konsumen Thai tea dapat memiliki pertimbangan yang berbeda ketika memilih merek.

Dum Dum Thai Drinks, misalnya, lebih menonjol dalam persepsi rasa yang enak dan autentik, yang juga tercermin dalam tingkat kepuasan konsumennya.

"Artinya, di luar brand awareness dan kemudahan, pengalaman terhadap produk itu sendiri tetap menjadi faktor penting dalam pilihan konsumen," kata Hasna.

Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemain Thai tea di Indonesia.

Merek dengan jaringan luas perlu menjaga kualitas rasa agar pengalaman konsumen tetap konsisten. Sementara pemain yang lebih kecil dapat mengambil posisi melalui diferensiasi, terutama dengan menawarkan cita rasa yang dianggap autentik.

Thai Tea Masih Punya Ruang untuk Tumbuh

Dengan mayoritas konsumen yang belum mengonsumsi Thai tea setiap hari, kategori ini masih memiliki ruang untuk berkembang.

Pertumbuhannya bisa datang dari berbagai arah: inovasi rasa, format kemasan, harga, promosi, hingga perluasan akses ke berbagai wilayah.

Yang tidak kalah penting adalah memahami momen konsumsi.

Thai tea mungkin belum menjadi minuman wajib setiap pagi seperti kopi atau teh, tetapi justru di situlah peluangnya. Minuman ini dapat mengambil posisi sebagai teman bersantai, pendamping makanan, minuman saat bekerja, atau sekadar pilihan ketika konsumen ingin sesuatu yang manis dan creamy.

Pada akhirnya, pertarungan di pasar Thai tea bukan hanya soal siapa yang paling banyak menjual gelas. Persaingan akan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu membuat konsumen berkata: "Kalau ingin Thai tea, saya pilih yang ini."

Dan menurut data Jakpat, untuk saat ini Chatime dan Kopi Kenangan unggul dalam frekuensi konsumsi, sementara Dum Dum Thai Drinks mencuri perhatian lewat persepsi rasa yang autentik.

  • Sumber: Jakpat, survei terhadap 300 konsumen Thai tea, 14–21 Juli 2026.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.