Terobosan Baru di Indonesia, STTB Baleendah Buka Peluang Bagi 3.000 Mahasiswa Program Kuliah dan Kerja di Jepang

ED
Minggu, 19 Desember 2021 | 15:48 WIB
Bagikan
Terobosan Baru di Indonesia, STTB Baleendah Buka Peluang Bagi 3.000 Mahasiswa Program Kuliah dan Kerja di Jepang
  • "Kita sudah mengkalkulasi, dengan gaji pekerja di Jepang Rp. 20 juta sebulan, mereka bisa menyelesaikan biaya program ini tidak sampai setahun, dan kesananya mereka tinggal fokus, siang kerja, sore kuliah secara daring dari Jepang. Nanti untuk wisudayanya, bisa dilakukan di Jepang atau di Indonesia," tandasnya.

VISI.NEWS | BALEENDAH - Dalam kerjasama G to G Indonesia mendapat kuota pekerja migran ke Jepang sebanyak 75 ribu untuk lima tahun ke depan, namun dari jumlah tersebut pemerintah hanya mampu memenuhi sebanyak 3.000 pertahunnya.

"Ini sebetulnya peluang bagi para pencari kerja untuk meningkatkan kesejahteraaanya, karena setelah bekerja di Jepang, selain punya kecakapan dalam bidangnya juga etos kerjanya terbentuk dengan baik," ungkap Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) Kampus Baleendah Muchammad Naseer, S.Kom., M.T. kepada VISI.NEWS, Sabtu (18/12/21).

Oleh karena itu, perguruan tingginya menangkap peluang yang sangat baik itu dengan membuat program khusus, kerja dan kuliah. STTB Baleendah, katanya, menggaet Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dengan membuat kesepakatan kerjasama atau MoU. "Ini terobosan satu-satunya yang dilakukan perguruan tinggi di Indonesia. Para calon pekerja migram ke Jepang bisa kerja sambil kuliah. Jadi mereka nanti bisa menjadi SDM yang sangat unggul, sarjana dan punya kompetensi dalam bidang pekerjaannya," ungkapnya.

Melihat peluang yang sangat baik ini, Naseer berani mematok target untuk tahun 2022 sebanyak 3.000 mahasiswa yang bisa direkrut untuk mengikuti program tersebut. Keberanian tersebut didasari skema pembiayaan kuliah yang sangat terjangkau. "Total biaya untuk mengikuti program ini sampai mahasiswa lulus jadi sarjana, sekira Rp. 80 juta. Sebesar Rp. 40 juta untuk program kuliah sampai selesai, dan Rp. 40 juta lainnya untuk pelatihan khusus seperti belajar bahasa Jepang sampai minimal gradenya N4, pengenalan budaya Jepang dan tentu saja yang paling penting mengenai tata krama atau etika, karena banyak yang gagalnya di sini, " ungkapnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.