Terkait Gempa Dahsyat, Turki Umumkan 7 Hari Berkabung Nasional
VISI.NEWS | TURKI - Turki mengumumkan tujuh hari berkabung nasional setelah bencana gempa bumi dan 145 gempa susulan menghancurkan provinsi tenggara negara itu, kata Presiden Recep Tayyip Erdoğan, Senin.
Dalam pesan yang diposting di akun Twitter resminya, presiden mengatakan negara itu telah mengumumkan satu minggu berkabung dan akan menurunkan bendera setengah tiang di dalam negeri dan di misi diplomatik di seluruh dunia hingga 12 Februari 2023.
Sedikitnya 1.651 orang tewas sementara 11.119 lainnya luka-luka menyusul gempa berkekuatan 7,7 dan 7,6 Magnitudo dengan pusat gempa di Provinsi Kahramanmaraş menghancurkan 10 provinsi di tenggara negara itu.
Getaran dari gempa bumi yang mengguncang Turki dan tetangganya Suriah pada Senin dirasakan hingga Greenland , kata Survei Geologi Denmark dan Greenland.
Gempa hari Senin adalah yang paling mematikan di Turki sejak gempa berkekuatan 7,4 pada tahun 1999 ketika lebih dari 17.000 orang tewas, termasuk sekitar 1.000 di Istanbul.
Rusak infrastruktur pelabuhan utama
Gempa bumi besar yang mengguncang Turki Tenggara Senin pagi menimbulkan kerusakan parah pada infrastruktur energi negara itu, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Fatih Dönmez.
Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur, khususnya di Provinsi Kahramanmaraş, yang dianggap sebagai pusat gempa, kata Dönmez kepada wartawan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!