Terjadi Deflasi Tertinggi dari Sektor Pangan di Kabupaten PPU IKN

ED
Rabu, 3 Juli 2024 | 09:15 WIB
Bagikan
Terjadi Deflasi Tertinggi dari Sektor Pangan di Kabupaten PPU IKN

VISI.NEWS | IKN -Penajam Paser Utara (PPU), sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), mengalami penurunan harga konsumen pada bulan Juni 2024. Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten PPU mencatat deflasi sebesar -0,20 persen secara month to month (mtm), turun dibandingkan dengan bulan Mei 2024 yang mengalami inflasi sebesar 0,49 persen (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengungkapkan bahwa secara year to date (ytd) pada bulan Juni 2024, inflasi di Kabupaten PPU tercatat sebesar 1,83 persen. Deflasi di Kabupaten PPU terutama disebabkan oleh penurunan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, yang menyumbang -0,63 persen (mtm).

Secara spesifik, komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap deflasi adalah tomat, daging ayam ras, buncis, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan sawi hijau. Penurunan harga daging ayam ras terjadi karena permintaan yang berkurang selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha pada bulan Juni 2024. Sementara itu, harga tomat dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu turun seiring dengan peningkatan pasokan. Deflasi buncis dan sawi hijau disebabkan oleh peningkatan produksi serta melimpahnya pasokan karena masuknya musim panen.

Robi juga menyebutkan bahwa inflasi tahunan di Kabupaten PPU tercatat sebesar 2,36 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi gabungan empat kota di Provinsi Kalimantan Timur yang sebesar 2,99 persen (yoy).

Selain Kabupaten PPU, kota penyangga IKN, Balikpapan, juga mengalami deflasi sebesar 0,21 persen secara mtm menjadi 0,07 persen secara mtm. Secara ytd pada bulan Juni 2024, inflasi di Kota Balikpapan tercatat sebesar 1,50 persen. Secara tahunan, inflasi di Balikpapan juga terkendali pada level aman yaitu 3,00 persen (yoy), sedikit di atas inflasi gabungan empat kota di Provinsi Kalimantan Timur yang sebesar 2,99 persen (yoy). Capaian inflasi bulan Juni yang terkendali di Kota Balikpapan didorong oleh normalisasi harga pangan dan biaya transportasi pasca-lebaran.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.