Teknologi LithiX: Terobosan Baru Atasi Pengerasan Arteri Jantung di Indonesia
ED
Editor
M Purnama Alam
Sabtu, 1 November 2025 | 05:20 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA – Penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Salah satu tantangan terbesar dalam penanganannya adalah kalsifikasi vaskular, yaitu kondisi pengerasan arteri akibat penumpukan kalsium. Kondisi ini membuat arteri menjadi kaku dan menyulitkan dokter dalam memasang stent secara aman. Diperkirakan sekitar 40 persen pasien jantung di Indonesia mengalami kalsifikasi arteri, menjadikan kebutuhan akan solusi inovatif semakin mendesak.
Menjawab tantangan tersebut, Elixir Medical Corporation dari Amerika Serikat memperkenalkan teknologi LithiX HC-IVL (Hertz Contact Intravascular Lithotripsy) ke Indonesia. Teknologi minimal invasif ini mampu memecah kalsium keras di dinding arteri tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Prosedur ini membuat pemasangan stent menjadi lebih aman, cepat, dan efektif dalam memulihkan aliran darah ke jantung.
Teknologi LithiX resmi debut di Indonesia melalui lima prosedur sukses yang dilakukan di berbagai pusat jantung terkemuka, antara lain Jakarta Heart Center, Heartology, RS Medistra, dan RS Braveheart Brawijaya. Dalam uji coba awal ini, semua pasien menunjukkan hasil positif tanpa komplikasi serius, menandai tonggak baru dalam perawatan jantung di tanah air.
Menurut Dr. Wishnu Aditya, SpJP(K) dari Jakarta Heart Center, sistem LithiX mampu menyederhanakan prosedur dan mengurangi waktu tindakan. “Berbeda dengan alat pemecah kalsium lain yang rumit, LithiX bekerja secara presisi tanpa merusak jaringan sehat. Alat ini sederhana, aman, dan hasilnya sangat baik,” ujarnya.
Cara kerja LithiX menggunakan kateter dengan ujung balon khusus yang dimasukkan ke arteri jantung. Saat balon mengembang, tekanan halus dari nodus logam menciptakan “ketukan mikro” yang memecah lapisan kalsium keras tanpa melukai jaringan di sekitarnya. Metode ini mengembalikan fleksibilitas arteri, memungkinkan stent mengembang sempurna, serta menurunkan risiko restenosis atau penyempitan ulang pembuluh darah.
Kardiolog terkemuka Indonesia menyambut hangat kehadiran teknologi ini. Dr. Todung Donald Aposan Silalahi, Konsultan Kardiovaskular di Jakarta Heart Center, menyebut LithiX sebagai solusi yang telah lama ditunggu. “Pengerasan arteri adalah tantangan besar dalam dunia kardiologi. Dengan LithiX, kami dapat menangani kasus kompleks dengan lebih aman dan efektif,” katanya. Sementara itu, Prof. Dr. Teguh Santoso dari RS Medistra menambahkan bahwa LithiX membawa harapan baru bagi pasien dengan kasus kalsifikasi berat.
Menurut Ati Saraswati, Country Manager Elixir Medical Indonesia, peluncuran LithiX menjadi tonggak penting dalam perawatan jantung nasional. “Teknologi ini menyederhanakan prosedur yang kompleks dan meningkatkan keselamatan pasien. Ini adalah langkah nyata menuju perawatan jantung yang lebih modern dan manusiawi,” ujarnya.
LithiX HC-IVL juga mendapat sorotan internasional setelah dipresentasikan di Transcatheter Cardiovascular Therapeutics (TCT) 2025, forum ilmiah global bidang kardiologi intervensi. Sejak memperoleh sertifikasi CE Mark pada awal 2025, sistem ini telah digunakan di lebih dari 90 rumah sakit di 16 negara Eropa, dan kini hadir di Indonesia setelah sukses diterapkan di Singapura dan Malaysia. Dengan keberhasilan awalnya, teknologi LithiX diharapkan menjadi standar baru dalam penanganan penyakit jantung koroner di kawasan Asia Tenggara.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!