"Tech for a Better Planet": Mampukah Teknologi Melestarikan Bumi?

ED
Selasa, 31 Mei 2022 | 06:04 WIB
Bagikan
"Tech for a Better Planet": Mampukah Teknologi Melestarikan Bumi?

VISI.NEWS | SHENZHEN - Pada 6 Juni mendatang, Huawei menggelar konferensi "2022 Tech for a Better Planet", didukung IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Ketika gas rumah kaca semakin mencengkeram bumi, hingga satu juta spesies tumbuhan dan hewan terancam punah. Maka, kita memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 saat bumi menghadapi tantangan luar biasa.

Penduduk dunia yang terus bertambah membutuhkan semakin banyak listrik, bahkan angka konsumsi listrik rata-rata meningkat 1%-2% per tahun. Penggunaan teknologi yang kian marak juga mengakibatkan lonjakan jejak karbon. Misalnya, pada 2020, ponsel pintar menimbulkan 1% emisi karbon dunia. Namun, angka ini akan bertambah menjadi 3,5% dalam tempo satu dekade. Tren serupa terjadi pada arus penggunaan jaringan telekomunikasi, angkanya segera melesat lima kali lipat dari 2018 hingga 2024. Setiap orang di dunia akan menghasilkan data yang jumlahnya setara dengan 6.700 unggahan foto per hari.

Jadi, apakah teknologi membantu atau merusak bumi? Mampukah kita mengatasi ancaman lingkungan hidup dengan bantuan teknologi?

Salah satu langkah penting adalah memprioritaskan efisiensi energi dan pembangunan hijau di sektor teknologi, serta memperluas inovasi ke industri-industri lain. Dari jaringan komunikasi hijau hingga pusat data hijau, inovasi ramah lingkungan dapat mengurangi jejak karbon global yang ditimbulkan perusahaan. Dengan teknologi digital, Huawei memprediksi, industri mampu menghemat konsumsi energi sebesar 20% pada 2030. Angka penurunan karbon ini 10 kali lipat lebih besar dari konsumsi energi di sektor TIK.

Meski demikian, lonjakan konsumsi energi bukan satu-satunya ancaman yang dihadapi bumi. Kemampuan hutan hujan menyingkirkan karbon dari atmosfer turut berkurang secara drastis. Pasalnya, cakupan area hutan semakin menipis sehingga mengurangi daya serap karbon (carbon sink), serta menimbulkan efek domino terhadap habitat dan melenyapkan keanekaragaman hayati.

Dari sisi pelestarian alam, kita harus mengembangkan solusi yang dapat mempelajari ekosistem dunia, dan mendasari metode konservasi yang efektif. Bersama sejumlah mitra, termasuk International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan Rainforest Connection, Huawei mengembangkan solusi dalam naungan inisiatif Tech4Nature dan TECH4ALL. Solusi ini dirancang untuk melestarikan ekosistem dunia, mulai dari hutan hujan, pegunungan, dataran tinggi hingga lahan basah, sungai, dan lautan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.