"Tech for a Better Planet": Mampukah Teknologi Melestarikan Bumi?
Kamera inframerah yang dianalisis dengan cloud AI, misalnya, ikut melacak dan memonitor spesies yang hampir terancam punah, termasuk rubah Darwin dan uwa Hainan.
Teknologi-teknologi serupa juga memfasilitasi restorasi terumbu karang di Samudra Hindia, serta mencegah spesies invasif yang memusnahkan populasi salmon Atlantik di Eropa. Solusi akustik dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) dipasang di kanopi hutan guna mendeteksi suara gergaji mesin dan truk yang digunakan pembalak liar di hutan hujan, lalu mengirim notifikasi secara langsung kepada penjaga hutan yang bertugas di lapangan. Menurut PBB, hingga 90% pembalakan dilakukan secara ilegal. Bahkan, sejak masa praindustri, 64% hutan hujan telah dihancurkan atau rusak.
Berkolaborasi demi konservasi
Meski teknologi mendukung pelestarian alam dan perjalanan menuju nol-karbon, kolaborasi berperan mendatangkan hasil nyata. Pada 6 Juni mendatang—sehari setelah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022—Huawei menggelar konferensi "2022 Tech for a Better Planet", didukung IUCN. Mitra-mitra Huawei akan membahas peran teknologi sebagai komponen pendukung pelestarian dan restorasi bumi yang telah rusak parah, termasuk banyak proyek yang telah disebutkan dalam rilis berita ini.
Lagi pula, bumi manusia hanya satu.@nia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!