Tausiah Kiai Sofyan Yahya, Kajian Kitab Hikam di Pesantren Darul Hikam

ED
Sabtu, 14 September 2024 | 18:08 WIB
Bagikan
Tausiah Kiai Sofyan Yahya, Kajian Kitab Hikam di Pesantren Darul Hikam

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Bertempat di Pesantren Mahad Darul Hikam Al Islami yang terletak di Kiangroke, Banjaran, Kabupaten Bandung, telah diselenggarakan acara Yaumul Ijtima pada minggu kedua bulan September ini. Pesantren yang didirikan pada tahun 1925 oleh Kiai Ahmad Jumhur, bersama dua pendiri lainnya, merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang bersejarah di kawasan tersebut.

Acara Yaumul Ijtima kali ini diwarnai dengan penampilan hadroh santri yang memukau, membawakan tembang-tembang pujian serta sholawatan. Pada kesempatan ini, Abuya Drs. KH. Dadang Zaim Affandi, M.Si., selaku tuan rumah, menyampaikan terima kasih kepada warga nahdliyin dan pengurus NU yang hadir. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesatuan dan dukungan untuk sinergi dengan umaro dalam memperkuat komunitas.

Ketua PCNU KH Deden Hani Muzhoffar, mewakili ketua PCNU, dalam sambutannya menegaskan bahwa Yaumul Ijtima merupakan ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Ia berharap agar lebih banyak kegiatan ke-NU-an dapat dilaksanakan di Pesantren Darul Hikam Al Islami.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pengurus PCNU Kabupaten Bandung, termasuk Rois Syuriah, Katib Syuriah, serta ketua lembaga-lembaga terkait. Tampak juga hadir perwakilan dari Banser, IPNU, IPPNU, Muslimat, dan Fatayat. Dari pihak pemerintahan, hadir Camat Banjaran, Kepala Desa, Danramil, Kapolsek, dan jajaran Forkopimcam.

Kiai Sofyan Yahya, dalam tausiyahnya, memberikan ulasan mendalam mengenai kitab Hikam karya Ibnu 'Athaillah as-Sakandari. Beberapa poin penting dari tausiyahnya termasuk keyakinan pada Allah, ketetapan rezeki, dan pentingnya ibadah sosial. Ia menjelaskan bahwa puncak kesadaran spiritual manusia adalah munculnya sisi kemanusiaan dan menekankan bahwa hati manusia adalah benteng yang harus dijaga dari gangguan syaitan.

Kiai Sofyan juga mengingatkan para jamaah untuk tidak meragukan janji Allah terkait rezeki dan menjelaskan bahwa rezeki tidak hanya diberikan kepada orang yang meminta tetapi juga kepada setiap manusia, tanpa memandang agama. Ia menekankan bahwa ibadah seharusnya tidak dimaksudkan hanya untuk meminta rezeki, melainkan sebagai bentuk pengabdian dan kesadaran spiritual.

Ilmu Hikam adalah ilmu tingkat tinggi yang memerlukan pemahaman dengan hati yang bersih,” ungkap Kiai Sofyan Yahya. Ia juga menyoroti pentingnya berbakti kepada orang tua, khususnya ibu, sebagai jalan keselamatan dunia dan akhirat.

Menutup tausiyahnya, Kiai Sofyan menyatakan bahwa amal yang sering dianggap sepele bisa membawa seseorang masuk surga, dan amal sosial yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah. "Banyak beramal untuk membahagiakan ibu, karena ridho Allah terletak pada ridho ibu, yang akan membuka dua pintu surga bagi kita," pungkasnya.

Acara Yaumul Ijtima ini bukan hanya menjadi momen berharga bagi komunitas pesantren, tetapi juga memperkuat ikatan antar anggota masyarakat serta memperdalam pemahaman spiritual dan keagamaan.

@bambang melga

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.