Tahlilan Hari ke-7 di Rumah Alm. Ketua PCNU Kabupaten Bandung, Jemaah Nahdliyin Luber ke Jalan
"Sulit mendapatkan sosok seperti KH Asep Jamaludin, yang memiliki ghiroh yang kuat dalam perjuangan membesarkan NU di Kabupaten Bandung ini," tuturnya.
Senada dengan itu, Bupati Kabupaten Bandung H.M. Dadang Supriatna yang merasa sangat kehilangan Kiai Asep, sosok yang ia anggap sebagai gurunya, hingga dalam banyak kesempatan, ia selalu mengulas bagaimana peran KH Asep Jamaludin yang telah berperan besar, mensupport dirinya, hingga bisa menjadi Bupati Bandung dekarang ini.
"Saya masih teringat pada saat di Kantor PCNU, KH Asep Jamaludin bartanya pada saya, niat menjadi bupati saat itu, dan saya jawab, untuk bisa memuliakan para ulama."
"Dan Alhamdulillah, akhirnya oleh NU saya dihantarkan bisa menjadi bupati seperti sekarang ini, sehingga apa yang menjadi kebijakan pemerintah Kabupaten Bandung, InsyaAllah untuk memberikan yang terbaik bagi umat, dan alim ulama, sehingga apa yang pemerintah telah laksanakan, semoga juga menjadi amal jariyah, amal soleh dari guru kita semua, KH Asep Jamaludin," ujar Bupati Bandung saat di daulat memberikan pengantar tahlil hari ketiga beberapa hari ke belakang.
Serupa dengan pernyataan Bupati Bandung, tokoh Kabupaten Bandung lainnya, yang sekarang ini menjadi Anggota Dewan Pusat DPR RI, KH Cucun Ahmad Syamsurizal, saat mengenang sosok Kiai Asep Jamaludin yang sudah ia anggap sebagai kakaknya, juga mentor dalam perjuangan membesarkan NU, terucap, "KH Asep merupakan seorang pejuang yang gigih memperjuangkan NU, itu saya rasakan sendiri, saat bersama-sama dengan Kang Asep waktu itu memperjuangkan NU di Kabupaten Bandung ini, dimana NU termarjinalkan, dihambat untuk maju, tapi Kang Kiai Asep, terus saja maju memperjuangkan untuk membesarkan NU, dengan kegigihannya, hingga akhirnya kini hasilnya berbuah manis," tutur Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI ini.
"Pada saat Kiai Asep meninggal, di RS Jantung Jakarta, saya yang datang pada waktu itu, sempat geram, karena pihak rumah sakit menahan jenazah beliaunya, tidak bisa dibawa cepat pulang, dikarenakan prosedural yang berbelit, maka saya sampai bilang ke petugas di sana, tidak boleh menahan Jenazah, ini ATM saya, ada sekretaris saya sengaja saya suruh tunggu di sini, karena ia yang tahu pinnya. Saya minta kiai harus segera bisa di bawa ke Bandung, dan Alhamdulillah, jenazah Kang Asep langsung bisa di bawa pulang," ungkap anggota dewan dari Dapil Jabar 3 ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!