Survei Pembayaran Perusahaan di China 2025: Jangka Waktu Pembayaran Lebih Panjang Tekan Keterlambatan
Meskipun menghadapi tantangan ini, sekitar 52% responden tetap optimis terhadap prospek ekonomi 12 bulan ke depan, mengharapkan perbaikan kondisi bisnis pada 2025. Industri farmasi menjadi sektor paling optimis (83%) karena permintaan yang stabil dari populasi yang menua. Industri logam menyusul dengan optimisme 72%, didorong oleh harapan adanya stimulus pemerintah. Namun, optimisme ini bisa jadi berlebihan, mengingat permintaan sektor konstruksi yang masih lesu serta risiko tarif yang meningkat bagi produk logam seperti baja dan aluminium.
Persaingan ketat tetap menjadi risiko utama bagi operasi perusahaan di 2025, mencerminkan tantangan akibat kapasitas produksi yang berlebih di China. Risiko terbesar kedua adalah melemahnya permintaan, terutama bagi perusahaan yang bergantung pada ekspor dan menghadapi hambatan perdagangan yang lebih besar. Masih belum jelas apakah upaya pemerintah untuk mendorong permintaan domestik akan cukup untuk menutupi kekurangan permintaan eksternal.
Coface memperkirakan pertumbuhan ekonomi China pada 2025 akan mencapai 4,3%. Dengan berlanjutnya kesenjangan antara pasokan dan permintaan, perusahaan China diperkirakan akan terus bersaing dalam perang harga untuk meningkatkan penjualan, sehingga semakin memperketat tekanan di pasar.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!