Survei IMD Future Readiness Indicator 2024: Mastercard dan Visa Pertahankan Dominasinya
Kemampuan untuk berinovasi jangka panjang dan gesit beradaptasi dalam jangka pendek menjadi alasan mereka bisa berada di posisi puncak,” tandas Yu.
Future Readiness Indikator mengidentifikasi hal-hal apa saja yang dilakukan oleh para pemimpin industri sehingga inovasi mereka bisa unggul. Lantas pembelajaran apa yang bisa dipetik oleh perusahaan keuangan di Indonesia dari perusahaan-perusahaan finansial terinovatif dunia itu?
1. Tanggap tren terbaru
Perusahaan perlu segera mengeksplorasi hal-hal baru seperti model bisnis dan teknologi baru agar lebih kompetitif. Sebagai contoh seperti yang dilakukan Nvidia yang lebih dari 10 tahun lalu telah mempelajari AI dan deep learning, sebelum keduanya menjadi tren. Kini Nvidia menjadi yang terdepan soal AI untuk perangkat keras dan lunak karena sudah lebih dulu mendalaminya.
2. Visioner dan adaptif
Perusahaan mesti menetapkan target dan memiliki sikap siap belajar untuk mencapainya, terbuka terhadap eksperimen, dan bersedia melakukan pivot jika diperlukan. Hal ini dimiliki CEO Nike John Donahoe yang memiliki visi transformasi digital, mendorong ekperimen, dan pivot. Ia menyetujui akuisisi perusahaan analisis data Celect di 2019 untuk meningkatkan kemampuan prediktif Nike. Hasilnya, Nike berhasil memberikan deviden tertinggi dalam 10 tahun terakhir kepada para pemegang saham mereka.
3. Cepat mengambil keputusan
Mastercard memiliki rekam jejak dalam membuat keputusan cepat agar perusahaan tetap gesit. Contohnya dengan meluncurkan platform Mastercard Developers agar para pengembang bisa memanfaatkan API untuk aplikasi dan layanan mereka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!