Survei IMD Future Readiness Indicator 2024: Mastercard dan Visa Pertahankan Dominasinya
“Pada kasus Paypal, Block, dan Coinbase, secara umum mereka tidak cukup kuat dan menonjol untuk membendung kekuatan Mastercard dan Visa yang memiliki infrastruktur masif dan kini membentuk aliansi dengan berbagai startup,” tutur Yu.
Selain itu, Mastercard dan Visa membentuk aliansi, akuisisi, dan kemitraan dengan berbagai startup kecil untuk memberi perlawanan atas derasnya arus inovasi perusahaan fintech. Kemitraan ini lantas memanfaatkan kekuatan bisnis dan infrastruktur Mastercard dan Visa dengan memasifkan layanan khas fintech dan menjaga dominasi mereka di industri keuangan.
Beberapa fitur khas para pemain fintech yang diadopsi seperti skema buy now pay later (beli sekarang, bayar kemudian), embeded financing, hingga jual beli crypto. Embeded financing adalah istilah untuk menghubungkan layanan perbankan dan layanan finansial lain (seperti pinjaman, asuransi, investasi) ke dalam aplikasi non-finansial menggunakan API (application programming interfaces).
“Layanan itu dulunya merupakan tawaran eksklusif para pemain fintech. Tapi sekarang kami melihat bank-bank besar pun menawarkan layanan-layanan ini setelah mereka melakukan kerjasama strategis (dengan startup),” Yu memaparkan. “Bank-bank besar seperti DBS, HSBC, Visa dan Mastercard, telah mendemokratisasi layanan tersebut sehingga lebih mudah diakses pengguna”.
Untuk mengukur kesiapan organisasi di masa depan (future readiness) di sektor keuangan, IMD melakukan pemeringkatan berdasarkan kemampuan perusahaan untuk melakukan digitalisasi, menerapkan prinsip ESG (embed environmental, social, and governance), serta memberikan layanan pelanggan yang berjalan mulus dan lancar.
Dalam survei ini, IMD juga mengukur hal berwujud seperti kondisi keuangan dan faktor tidak berwujud seperti kualitas kepemimpinan dan inovasi. “Survei yang kami lakukan sejak 2015 ini menunjukkan perusahaan-perusahaan yang berhasil unggul karena mereka lebih siap beradaptasi, mengantisipasi perubahan, dan mengeksploitasinya untuk keuntungan perusahaan di tengah gencarnya gempuran perubahan industri finansial.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!