Suasana Haru & Orasi Ilmiah tentang AI yang Sangat Menarik di Acara Wisuda XVIII Stikosa AWS

ED
Minggu, 15 Desember 2024 | 05:23 WIB
Bagikan
Suasana Haru & Orasi Ilmiah tentang AI yang Sangat Menarik di Acara Wisuda XVIII Stikosa AWS

Dalam orasinya, Makroen menjelaskan perkembangan AI yang ia sebut fenomena manusia robot. Yakni sejak diperkenalkan mesin ATM pertama pada tahun 1967 oleh Bank of Barclay di Inggris. Perkembangan selanjutnya, sejak 2017 sudah diciptakan robot AI berbentuk manusia yang diberi nama Sophia. Bahkan robot AI sudah resmi menjadi warga negara Arab Saudi, lengkap dengan KTP-nya. Robot Sophia tersebut diproduksi oleh Hanson Robotics di Hongkong.

Makroen menyebut AI ibarat dua sisi mata uang. Sisi baiknya, AI sangat membantu dalam berbagai bidang pekerjaan agar lebih cepat dan efisien. Seperti malaikat, AI bisa menjawab pertanyaan apa saja dalam tempo 2-3 detik, bisa membantu kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, sesuai perintah pengguna.

Sisi buruknya, AI seperti Dajjal, bisa menciptakan kebohongan dan manipulasi yang seolah nyata. Makroen memberi contoh konten produk AI yang menggambarkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Raffi Ahmad berjualan handuk. Sedangkan mantan Presiden Jokowi berjualan obat kuat. Menurut Makroen, konten dajjal seperti ini tidak bisa dihapus karena tidak tahu siapa pembuatnya dan darimana asal produksinya.

“Namun sehebat-hebatnya dan secerdas-cerdasnya AI dalam menghasilkan teks, perlu genue intelligence atau kecerdasan manusia. Produk AI jangan ditelan mentah-mentah tapi harus dikaji ulang. Di masa depan, orang yang tidak cakap menggunakan AI, akan digantikan oleh orang yang cakap menggunakan AI” ujarnya. Oleh karena itu Makroen berpesan kepada seluruh wisudawan agar menguasai AI dari sisi baiknya.

Penghargaan Terbaik Dalam acara Wisuda XVIII tersebut juga diberikan beberapa penghargaan Terbaik untuk wisudawan, dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Terpilih wisudawan peraih IPK Tertinggi Akademik, yakni Kiki Evelin Olivia Sihaloho dengan IPK 3,92 dari peminatan Jurnalistik, Dewi Ivona Afiani IPK 3,89 Public Relations dan Jessica Rosemelba Kaguasehi IPK 3,81 Broadcasting. Sedangkan Dwita Febby Febiola terpilih sebagai wisudawan terbaik non akademik.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.