Studi Ungkap Manfaat Blueberry untuk Kesehatan Tulang
Buah blueberry./visi.news/klik dokter.
VISI.NEWS | BANDUNG - Blueberry selama ini dikenal sebagai buah berukuran kecil yang kaya nutrisi. Kini, buah tersebut semakin mendapat perhatian karena dinilai memiliki potensi dalam mendukung kesehatan tulang dan membantu mengurangi risiko kehilangan massa tulang seiring bertambahnya usia.
Konsultan Ortopedi Rumah Sakit Spesialis Super Sahyadri, Pune, Dr Nikhil Jadhav, mengatakan blueberry mengandung antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang tinggi. Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa buah ini mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan tulang.
“Meskipun tidak ada makanan khusus yang dapat menyembuhkan osteoporosis, temuan terbaru mengungkapkan manfaat potensial yang mungkin ditawarkan blueberry berpotensi membantu menjaga kesehatan tulang sehingga dapat mengurangi kemungkinan kehilangan massa tulang akibat penuaan,” kata Dr Nikhil dalam keterangannya dikutip, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, kerusakan oksidatif dan peradangan kronis merupakan dua faktor yang dapat mempercepat penurunan kualitas tulang. Blueberry mengandung polifenol dan antosianin yang berperan membantu mengurangi kedua kondisi tersebut.
Sejumlah penelitian laboratorium pada hewan juga menunjukkan adanya potensi manfaat lain dari senyawa yang terkandung dalam blueberry. Senyawa tersebut disebut mampu meningkatkan fungsi osteoblastik, yaitu sel yang bertugas membentuk jaringan tulang baru. Pada saat yang sama, aktivitas osteoklas yang berperan dalam proses penguraian jaringan tulang juga dapat ditekan.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pola makan yang kaya antioksidan dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga kepadatan tulang. Namun, manfaat blueberry tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi kesehatan yang lebih luas, bukan sebagai solusi tunggal untuk mencegah osteoporosis.
“Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa blueberry tidak boleh dianggap sebagai satu satunya cara untuk melawan osteoporosis; sebaliknya, mereka harus dilihat hanya sebagai salah satu bagian dari pendekatan yang lebih luas terhadap pencegahan osteoporosis,” ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!