Stres Bukan Selalu Buruk, Tapi Bisa Berbahaya Jika Tak Ditangani
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 17 Juni 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Stres adalah bagian alami dari hidup yang pernah dialami setiap orang. Namun, menurut laporan Ipsos dalam rangka Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024, sekitar 62 persen penduduk dari 31 negara melaporkan mengalami stres yang memengaruhi keseharian mereka.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ menjelaskan bahwa stres pada dasarnya merupakan reaksi normal tubuh saat menghadapi tantangan atau perubahan.
Stres bukan selalu hal negatif. Ia bisa membantu kita tetap waspada dan siap menghadapi situasi. Tapi kalau sudah tidak adaptif, itulah yang berbahaya.
“Jadi, bukan sesuatu yang pasti bermasalah,” ujar Jiemi.
Jiemi menjelaskan bahwa stres yang tidak adaptif bisa memicu perilaku destruktif, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, marah berlebihan hingga melukai, atau merasa lumpuh secara emosional dan fisik sampai tidak sanggup beraktivitas.
Lebih jauh, stres juga berdampak pada kesehatan fisik, seperti memicu sakit kepala, nyeri otot, susah tidur, dan memperburuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.
“Stres juga bisa memperburuk keadaan penyakit fisik seseorang, seperti diabetes, hipertensi, jadi susah turun tensinya atau susah turun gulanya. Atau kecemasan pada orang dengan sakit jantung,” jelasnya.
Jenis stres yang paling berisiko menurut Jiemi adalah stres kronis atau yang berlangsung lama dan tidak tertangani. Namun, stres yang akut dan intens juga bisa berbahaya, seperti kehilangan orang terdekat, kecelakaan berat, menjadi korban kekerasan atau bencana alam.
Jika gejala-gejala tersebut muncul dan mengganggu fungsi harian, Jiemi menekankan pentingnya untuk segera mencari bantuan tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!