STPN Resmi Bertransformasi Menjadi Politeknik Agraria STPN, Perkuat Pendidikan Vokasi Bidang Agraria

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Selasa, 8 September 2026 | 08:58 WIB
Bagikan
STPN Resmi Bertransformasi Menjadi Politeknik Agraria STPN, Perkuat Pendidikan Vokasi Bidang Agraria

VISI.NEWSSekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi memasuki era baru. Lembaga pendidikan yang selama puluhan tahun menjadi tempat lahirnya tenaga profesional di bidang pertanahan tersebut kini bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN.

Peresmian transformasi kelembagaan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melalui pemukulan gong di Pendopo Sasana Widya Bhumi Politeknik Agraria STPN, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).

Dalam prosesi tersebut, Menteri Nusron didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan; Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Agustyarsyah; serta Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad.

Peresmian kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan bendera dari Menteri ATR/Kepala BPN kepada Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN. Momentum bersejarah tersebut dirangkaikan dengan wisuda 568 Taruna/i Politeknik Agraria STPN.

Menteri Nusron Wahid mengatakan, Politeknik Agraria STPN memiliki posisi strategis karena menjadi satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang secara khusus mengembangkan pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Politeknik Agraria STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang bergerak secara khusus mengembangkan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Menteri Nusron.

Menurutnya, selama puluhan tahun STPN telah memberikan kontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia profesional. Ribuan lulusan telah mengabdi di lingkungan Kementerian ATR/BPN maupun berbagai sektor lainnya.

Karena itu, transformasi menjadi Politeknik Agraria STPN merupakan langkah penting untuk memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan agar semakin mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan tantangan zaman.

“Proses transformasi yang selama beberapa tahun terakhir kita perjuangkan, saat ini sudah mencapai tahap akhir. Perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru, sampai dengan penyelenggaraan pendidikan telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik,” tutur Nusron.

Ia menjelaskan, saat ini proses pembahasan dan penetapan statuta Politeknik Agraria STPN masih berlangsung di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Kementerian ATR/BPN akan terus mengawal proses tersebut hingga tuntas.

Transformasi kelembagaan juga diikuti dengan pengembangan program pendidikan. Tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026 telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Menurut Menteri Nusron, capaian tersebut menjadi bukti komitmen Politeknik Agraria STPN untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan di lapangan.

“Transformasi ini harus kita lihat sebagai proses untuk membuat pendidikan di Politeknik Agraria STPN semakin relevan dengan kebutuhan lapangan,” ucapnya.

Ke depan, Nusron berharap kurikulum dan sistem pembelajaran di Politeknik Agraria STPN dapat terus berkembang secara adaptif. Kampus tersebut diharapkan menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi teknologi, serta berbagai solusi atas persoalan agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, menyampaikan bahwa perubahan bentuk kelembagaan dari STPN menjadi Politeknik Agraria STPN merupakan hasil perjuangan panjang seluruh civitas academica.

Transformasi tersebut antara lain ditandai dengan pembukaan tiga program studi baru, yakni Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Program Studi Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Program Studi Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Pembukaan program studi tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat pengembangan keilmuan dan kompetensi sumber daya manusia di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, sekaligus menjalankan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022.

“Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana ini menjadi momentum penting yang menandai babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi serta menguatkan peran Politeknik Agraria STPN dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” pungkas Sri Yanti Achmad.

Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan penghargaan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM, Heri Mulianto, sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN.

Kegiatan peresmian dan wisuda perdana tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, serta para Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran.

Transformasi STPN menjadi Politeknik Agraria STPN menjadi tonggak baru dalam penguatan pendidikan vokasi nasional, khususnya dalam menyiapkan generasi profesional yang mampu menghadapi dinamika dan kompleksitas persoalan agraria, pertanahan, dan tata ruang di masa depan.

Tags:

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.