Stella Christie: Beasiswa Negara Itu Amanah, Bukan Sekadar Fasilitas
“India adalah contoh nyata: sejumlah warganya menduduki posisi puncak di Silicon Valley, seperti Sundar Pichai, dan dari sanalah tercipta aliran investasi serta lapangan kerja bagi negaranya,” ucap Stella.
Sebagai akademisi yang lama berkiprah di luar negeri, Stella mengaku selalu lantang menyatakan identitasnya sebagai warga negara Indonesia. Ia menilai kebanggaan terhadap bahasa dan identitas nasional justru menjadi kekuatan di panggung global.
“Hampir semua ilmuwan diaspora Indonesia yang saya kenal menunjukkan dedikasi kuat untuk memberi kembali kepada Tanah Air dan membuka peluang bagi sesama. Semoga kita terbuka bahwasanya memberi kembali kepada negara memiliki banyak bentuk,” katanya.
Stella juga membagikan pandangannya tentang cara menumbuhkan patriotisme. Ia menekankan pentingnya fokus pada kontribusi nyata bagi individu-individu di Indonesia, bukan semata institusi yang abstrak. Kepada para orangtua, ia berpesan agar tetap menanamkan kebanggaan berbahasa Indonesia di rumah, termasuk bagi keluarga yang tinggal di luar negeri.
“Bagi para orangtua, baik yang tinggal di Indonesia maupun di luar negeri, gunakanlah bahasa Indonesia di rumah dan tanamkan kebanggaan berbahasa Indonesia kepada anak.
Kemampuan berbahasa Indonesia tidak pernah menjadi beban, bahkan bisa menjadi senjata ampuh!” tegasnya.
Ia bahkan menambahkan, “Di keluarga saya, bukan hanya anak saya yang diwajibkan berbahasa Indonesia, tetapi suami saya yang berasal dari Polandia pun diharuskan bisa Bahasa Indonesia.”
Sementara itu, polemik bermula dari unggahan Dwi Sasetyaningtyas, alumni Institut Teknologi Bandung, yang menulis, “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!