Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Stella Christie: Beasiswa Negara Itu Amanah, Bukan Sekadar Fasilitas

ED
Senin, 23 Februari 2026 | 09:11 WIB
Bagikan
Stella Christie: Beasiswa Negara Itu Amanah, Bukan Sekadar Fasilitas

VISI.NEWS | JAKARTA – Polemik konten viral bertajuk “cukup saya WNI, anak jangan” yang diunggah penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, memantik respons tegas dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie. Di tengah riuh perdebatan publik, Stella mengajak masyarakat melihat persoalan ini dari sudut yang lebih mendasar: pendidikan moral dan makna beasiswa sebagai amanah negara.

Dalam pernyataannya kepada Kompas.com, Minggu (22/2/2026), Stella menilai kontroversi tersebut menunjukkan adanya persoalan pada pemaknaan beasiswa.

“Kontroversi yang muncul belakangan ini pada dasarnya mencerminkan kegagalan pendidikan moral pada tahap awal kehidupan. Beasiswa tidak dipahami sebagai amanah, melainkan sekadar fasilitas. Di sinilah letak persoalannya,” ujarnya.

Stella mengungkapkan, dirinya pernah mendapat kecaman warganet saat menyebut beasiswa S1 luar negeri Kemendikti Saintek seharusnya dianggap sebagai utang. Menurutnya, pernyataan itu bukan bermaksud membebani, melainkan menekankan bahwa setiap beasiswa negara adalah bentuk “utang budi” kepada bangsa.

“Meski demikian, jawaban atas persoalan ini bukanlah dengan memperketat sistem beasiswa melalui lapisan demi lapisan pembatasan. Pembatasan yang berlebihan justru berpotensi menumbuhkan sikap sinis: penerima beasiswa menjadi kurang bersyukur kepada negara dan sibuk mencari celah untuk menghindari kewajiban,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Yang lebih dibutuhkan adalah kepercayaan, memberi ruang bagi para penerima beasiswa untuk menemukan caranya sendiri dalam memberi manfaat bagi bangsa.”

Menurut Stella, kontribusi kepada Indonesia tidak selalu harus diwujudkan dengan segera pulang dan menetap di Tanah Air. Dalam sejumlah kasus, bertahan lebih lama di luar negeri hingga mencapai posisi strategis justru bisa memberi dampak lebih besar.

Ia mencontohkan fenomena diaspora India di Silicon Valley, termasuk Sundar Pichai.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.