Starmer Minta Maaf atas Pengangkatan Mandelson, Tekanan Politik Meningkat di Westminster
“Saya minta maaf. Maaf atas apa yang telah dilakukan kepada Anda, maaf karena begitu banyak orang berkuasa telah mengecewakan Anda, dan maaf karena saya mempercayai kebohongan Mandelson dan mengangkatnya,” kata Starmer.
Mandelson sendiri telah diberhentikan dari jabatannya pada September tahun lalu setelah bukti tambahan mengenai kedekatannya dengan Epstein terungkap. Ia kini menghadapi penyelidikan kepolisian, meski tidak dituduh melakukan pelanggaran seksual dan menyatakan tidak pernah mengetahui atau menyaksikan tindak kejahatan tersebut.
Starmer juga mengatakan dirinya ingin membuka hasil pemeriksaan keamanan yang menjadi dasar penunjukan Mandelson, namun tidak dapat melakukannya karena adanya permintaan dari kepolisian agar proses hukum tidak terganggu.
“Betapapun membuat frustrasi bagi saya secara pribadi — dan memang sangat membuat frustrasi — saya tidak akan mengambil langkah apa pun, betapapun menguntungkan secara politik atau populer, yang bisa mengganggu keadilan bagi para korban,” tegasnya.
Di tengah krisis ini, pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menyebut posisi Starmer kini “tidak dapat dipertahankan” dan mendesak anggota parlemen mendukung mosi tidak percaya terhadap perdana menteri.
Meski begitu, secara politik Starmer masih ditopang mayoritas besar Partai Buruh di parlemen. Ancaman nyata terhadap posisinya baru akan muncul jika terjadi pemberontakan besar dari dalam partainya sendiri. Namun, secara moral dan politik, badai yang kini menerpa Downing Street menandai salah satu ujian terberat dalam masa kepemimpinan Starmer. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!