SOSOK | Sherly Laos: Gubernur Tionghoa Terkaya di Indonesia, Sahabat KDM
VISI.NEWS | JAKARTA — Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos belum lama ini mengunjungi "istana" Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang. Kehadiran perempuan pertama sebagai kepala daerah di provinsi tersebut, yang juga sosok gubernur Tionghoa terkaya di Indonesia untuk periode 2025–2030 ini menarik para netizen. Mereka banyak yang memberikan dukungan sebagai pasangan yang serasi.
Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 15 Oktober 2024, total kekayaan Sherly mencapai Rp709,76 miliar. Angka tersebut menempatkannya di urutan teratas sebagai gubernur dengan kekayaan pribadi terbesar di Tanah Air.
Sherly merupakan istri dari mendiang Benny Laos, calon gubernur Maluku Utara yang wafat dalam kecelakaan speedboat di Pulau Taliabu pada 12 Oktober 2024. Pasca tragedi tersebut, Sherly memutuskan melanjutkan perjuangan politik suaminya. Didukung oleh delapan partai politik, ia mencalonkan diri dan menang dalam Pilgub 2024 bersama wakilnya, Sarbin Sehe, dengan perolehan 359.416 suara.
Di kalangan masyarakat, Sherly dikenal luas karena dedikasinya sebagai Ketua PKK Kabupaten Pulau Morotai (2017–2022) dan aktivis sosial lewat Yayasan Bela Peduli. Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD HKTI Maluku Utara, menunjukkan kepeduliannya terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
Yang menarik perhatian publik bukan hanya sepak terjangnya di panggung politik, tapi juga latar belakang etnis dan kekayaan yang dimilikinya. LHKPN mencatat, sebagian besar kekayaan Sherly berasal dari surat berharga senilai Rp245 miliar, serta aset tanah dan bangunan sebesar Rp201 miliar yang tersebar di Manado, Ambon, dan Pulau Morotai.
Ia juga memiliki simpanan kas dan setara kas senilai Rp146 miliar, sementara total utang tercatat sebesar Rp24,47 miliar. Properti terbesar yang dimilikinya berupa bangunan senilai lebih dari Rp200 miliar di Pulau Morotai.
Sherly Tjoanda lahir di Ambon, Maluku pada 8 Agustus 1982 dari pasangan Paulus Tjoanda dan Maria Margaretha Liem. Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Kristen Petra, Surabaya, dan melanjutkan program double degree di Inholland University of Applied Sciences, Belanda, lulus pada 2004.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!