Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026

SOSOK | Sherly Laos: Gubernur Tionghoa Terkaya di Indonesia, Sahabat KDM

ED
Selasa, 10 Juni 2025 | 16:56 WIB
Bagikan
SOSOK | Sherly Laos: Gubernur Tionghoa Terkaya di Indonesia, Sahabat KDM

VISI.NEWS | JAKARTAGubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos belum lama ini mengunjungi "istana" Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang. Kehadiran perempuan pertama sebagai kepala daerah di provinsi tersebut, yang juga sosok gubernur Tionghoa terkaya di Indonesia untuk periode 2025–2030 ini menarik para netizen. Mereka banyak yang memberikan dukungan sebagai pasangan yang serasi.

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 15 Oktober 2024, total kekayaan Sherly mencapai Rp709,76 miliar. Angka tersebut menempatkannya di urutan teratas sebagai gubernur dengan kekayaan pribadi terbesar di Tanah Air.

Sherly merupakan istri dari mendiang Benny Laos, calon gubernur Maluku Utara yang wafat dalam kecelakaan speedboat di Pulau Taliabu pada 12 Oktober 2024. Pasca tragedi tersebut, Sherly memutuskan melanjutkan perjuangan politik suaminya. Didukung oleh delapan partai politik, ia mencalonkan diri dan menang dalam Pilgub 2024 bersama wakilnya, Sarbin Sehe, dengan perolehan 359.416 suara.

Di kalangan masyarakat, Sherly dikenal luas karena dedikasinya sebagai Ketua PKK Kabupaten Pulau Morotai (2017–2022) dan aktivis sosial lewat Yayasan Bela Peduli. Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD HKTI Maluku Utara, menunjukkan kepeduliannya terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

Yang menarik perhatian publik bukan hanya sepak terjangnya di panggung politik, tapi juga latar belakang etnis dan kekayaan yang dimilikinya. LHKPN mencatat, sebagian besar kekayaan Sherly berasal dari surat berharga senilai Rp245 miliar, serta aset tanah dan bangunan sebesar Rp201 miliar yang tersebar di Manado, Ambon, dan Pulau Morotai.

Ia juga memiliki simpanan kas dan setara kas senilai Rp146 miliar, sementara total utang tercatat sebesar Rp24,47 miliar. Properti terbesar yang dimilikinya berupa bangunan senilai lebih dari Rp200 miliar di Pulau Morotai.

Sherly Tjoanda lahir di Ambon, Maluku pada 8 Agustus 1982 dari pasangan Paulus Tjoanda dan Maria Margaretha Liem. Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Kristen Petra, Surabaya, dan melanjutkan program double degree di Inholland University of Applied Sciences, Belanda, lulus pada 2004.

Kehidupan rumah tangganya bersama Benny Laos telah dikenal publik sejak lama. Pasangan ini menikah pada 28 Mei 2005 dan dikaruniai tiga anak: Edbert (18), Edelyn (17), dan Edrick (15). Keluarga mereka menjadi sorotan sejak kisah cinta dan perjuangan politik mereka viral pasca musibah kebakaran speedboat di Taliabu.

Di balik gaya hidup sederhana dan religiusnya, Sherly diketahui memiliki hubungan erat dengan tokoh nasional Kang Dedi Mulyadi (KDM). Keduanya kerap berbagi pandangan tentang pentingnya etika, integritas, dan penghematan anggaran negara. Sherly bahkan secara terbuka menyatakan dukungan terhadap gerakan KDM yang memangkas anggaran studi banding dan kegiatan seremonial pejabat.

“Saya belajar dari Kang Dedi, bahwa pejabat itu bukan untuk dilayani, tapi melayani. Saya ingin membawa semangat itu ke Maluku Utara,” ucap Sherly usai pelantikan.

Dengan latar belakang sebagai seorang Katolik dari etnis Tionghoa, Sherly membuktikan bahwa keberagaman tak menjadi penghalang untuk dipilih di wilayah mayoritas Muslim seperti Maluku Utara. Ini pula yang menjadi bukti kuatnya simpati dan kepercayaan publik terhadap sosoknya, terlebih karena melanjutkan program-program pro-rakyat yang dahulu dijalankan oleh suaminya.

Namun, tantangan di depan mata tak mudah. Maluku Utara, khususnya Halmahera, tengah menjadi magnet bagi para investor nikel. Pertanyaan besar kini bergantung pada Sherly: mampukah ia menjadikan kekayaan sumber daya itu sebagai berkah untuk rakyat, bukan hanya segelintir elit?

Sosoknya kini menjadi simbol harapan, terutama bagi kaum perempuan dan generasi muda. Dalam sambutannya, Sherly sempat menitikkan air mata saat menyebut nama suaminya. “Benny ada di sini, dalam hati saya, dalam setiap keputusan yang saya ambil untuk rakyat,” ucapnya.

KPK telah mengingatkan bahwa laporan kekayaan tidak otomatis menandakan bebas dari dugaan pelanggaran hukum. Namun, Sherly menyambut proses transparansi ini dengan terbuka dan menegaskan komitmennya pada tata kelola pemerintahan yang bersih.

Kini, Sherly Tjoanda bukan hanya simbol dari keberagaman dan keteguhan hati, tetapi juga menjadi figur penting dalam politik nasional yang akan terus disorot. Di tangannya, masa depan Maluku Utara akan dipertaruhkan—sebuah daerah kaya sumber daya, tapi masih bergelut dengan ketimpangan.

Seiring dengan sorotan terhadap banyak pejabat publik yang terjerat gaya hidup hedonis dan penyalahgunaan kekuasaan, kisah Sherly menjadi pengingat bahwa kekuasaan sejatinya adalah amanah. Dan kekayaan, sebesar apa pun, haruslah digunakan untuk kepentingan rakyat.

“Kekuasaan itu bisa memabukkan. Tapi jika kita waras dengan nurani, rakyat akan tersenyum karena tahu siapa yang berpihak pada mereka,” pungkas Sherly.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.