SOSOK | Sherly Laos: Gubernur Tionghoa Terkaya di Indonesia, Sahabat KDM
Kehidupan rumah tangganya bersama Benny Laos telah dikenal publik sejak lama. Pasangan ini menikah pada 28 Mei 2005 dan dikaruniai tiga anak: Edbert (18), Edelyn (17), dan Edrick (15). Keluarga mereka menjadi sorotan sejak kisah cinta dan perjuangan politik mereka viral pasca musibah kebakaran speedboat di Taliabu.
Di balik gaya hidup sederhana dan religiusnya, Sherly diketahui memiliki hubungan erat dengan tokoh nasional Kang Dedi Mulyadi (KDM). Keduanya kerap berbagi pandangan tentang pentingnya etika, integritas, dan penghematan anggaran negara. Sherly bahkan secara terbuka menyatakan dukungan terhadap gerakan KDM yang memangkas anggaran studi banding dan kegiatan seremonial pejabat.
“Saya belajar dari Kang Dedi, bahwa pejabat itu bukan untuk dilayani, tapi melayani. Saya ingin membawa semangat itu ke Maluku Utara,” ucap Sherly usai pelantikan.
Dengan latar belakang sebagai seorang Katolik dari etnis Tionghoa, Sherly membuktikan bahwa keberagaman tak menjadi penghalang untuk dipilih di wilayah mayoritas Muslim seperti Maluku Utara. Ini pula yang menjadi bukti kuatnya simpati dan kepercayaan publik terhadap sosoknya, terlebih karena melanjutkan program-program pro-rakyat yang dahulu dijalankan oleh suaminya.
Namun, tantangan di depan mata tak mudah. Maluku Utara, khususnya Halmahera, tengah menjadi magnet bagi para investor nikel. Pertanyaan besar kini bergantung pada Sherly: mampukah ia menjadikan kekayaan sumber daya itu sebagai berkah untuk rakyat, bukan hanya segelintir elit?
Sosoknya kini menjadi simbol harapan, terutama bagi kaum perempuan dan generasi muda. Dalam sambutannya, Sherly sempat menitikkan air mata saat menyebut nama suaminya. “Benny ada di sini, dalam hati saya, dalam setiap keputusan yang saya ambil untuk rakyat,” ucapnya.
KPK telah mengingatkan bahwa laporan kekayaan tidak otomatis menandakan bebas dari dugaan pelanggaran hukum. Namun, Sherly menyambut proses transparansi ini dengan terbuka dan menegaskan komitmennya pada tata kelola pemerintahan yang bersih.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!