Kejari Tahan ASN Tersangka Korupsi Proyek RSUD Bogor Utara 21 Jul 2026 Persib Datangkan Tujuh Pemain Baru, Siapa Paling Mahal? 21 Jul 2026 LMKN dan USEA Kerja Sama Bangun Ekosistem Lisensi BGM Terintegrasi di Indonesia 21 Jul 2026 Duka Sepak Bola Inggris, Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia 21 Jul 2026 Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS 21 Jul 2026 Jadwal Timnas Voli Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026 21 Jul 2026 Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein Sastranegara 21 Jul 2026 Optimistis Distribusi BBM Segera Normal, Eddy Soeparno: Antrean Diperkirakan Berkurang 21 Jul 2026 Kasus Penganiayaan YTR, Polda Jabar Limpahkan Berkas ke Kejaksaan 21 Jul 2026 FIFA Kaji Usulan Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim 21 Jul 2026 Kejari Tahan ASN Tersangka Korupsi Proyek RSUD Bogor Utara 21 Jul 2026 Persib Datangkan Tujuh Pemain Baru, Siapa Paling Mahal? 21 Jul 2026 LMKN dan USEA Kerja Sama Bangun Ekosistem Lisensi BGM Terintegrasi di Indonesia 21 Jul 2026 Duka Sepak Bola Inggris, Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia 21 Jul 2026 Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS 21 Jul 2026 Jadwal Timnas Voli Indonesia vs Kamboja di SEA V Cup 2026 21 Jul 2026 Enam Maskapai Ajukan Operasi di Bandara Husein Sastranegara 21 Jul 2026 Optimistis Distribusi BBM Segera Normal, Eddy Soeparno: Antrean Diperkirakan Berkurang 21 Jul 2026 Kasus Penganiayaan YTR, Polda Jabar Limpahkan Berkas ke Kejaksaan 21 Jul 2026 FIFA Kaji Usulan Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim 21 Jul 2026

SOSOK | Nanik Deyang Nahkodai BGN, Jurnalis Senior Kini Pimpin Program Gizi Nasional

ED
PN
Rabu, 3 Juni 2026 | 05:37 WIB
Bagikan
SOSOK | Nanik Deyang Nahkodai BGN, Jurnalis Senior Kini Pimpin Program Gizi Nasional

Nanik S. Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana. /visi.news/ai

VISI.NEWS | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang atau yang lebih dikenal sebagai Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Pengumuman pergantian pimpinan lembaga strategis tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Penunjukan Nanik menjadi sorotan publik mengingat rekam jejaknya yang cukup panjang, mulai dari dunia jurnalistik, politik, hingga pemerintahan. Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi yang memiliki peran penting dalam pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berawal dari Dunia Jurnalistik

Nanik S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang berada di bawah naungan Kelompok Kompas Gramedia.

Pengalamannya di dunia media terus berkembang hingga dipercaya menjadi pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP). Puluhan tahun berkecimpung di industri jurnalistik membuat Nanik dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat, ketajaman analisis, serta kemampuan membangun jejaring yang luas.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal penting saat dirinya memasuki dunia politik dan pemerintahan.

Masuk Lingkaran Prabowo

Nama Nanik mulai dikenal luas secara nasional ketika aktif dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019. Saat itu, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kedekatannya dengan Prabowo terus berlanjut hingga terbentuknya pemerintahan baru. Pada periode 2024–2029, Nanik dilantik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024.

Di lembaga tersebut, ia bekerja bersama Budiman Sudjatmiko dalam merancang berbagai strategi percepatan pengentasan kemiskinan nasional.

Peran Penting di Badan Gizi Nasional

Karier Nanik semakin menonjol setelah Presiden Prabowo melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada September 2025. Saat itu, ia dilantik sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Dalam struktur organisasi BGN, Nanik bertanggung jawab terhadap komunikasi publik sekaligus pengawasan implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.

Ia juga dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG yang mengawasi pelaksanaan program di berbagai daerah.

Selama menjabat, Nanik dikenal aktif turun langsung ke lapangan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Tegas Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Dalam sejumlah kunjungannya ke daerah, Nanik menunjukkan pendekatan yang tegas terhadap pelaksanaan Program MBG.

Melalui akun resmi @sidakbgn, ia kerap membagikan hasil pengawasan di berbagai wilayah, termasuk sejumlah SPPG di Sukabumi, Jawa Barat.

Dari hasil inspeksi tersebut, Nanik menemukan berbagai pelanggaran yang berpotensi mengganggu kualitas layanan gizi masyarakat.

Beberapa temuan yang pernah diungkap antara lain dapur yang tidak memenuhi standar higienitas, tata letak bangunan yang tidak sesuai pedoman teknis, hingga fasilitas sanitasi yang dinilai berisiko terhadap keamanan pangan.

Tak segan-segan, Nanik juga menjatuhkan sanksi penangguhan sementara atau suspend terhadap SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas yang layak bagi para petugas lapangan, termasuk kepala SPPG, pengawas keuangan, dan pengawas gizi.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan program peningkatan gizi nasional.

Ribuan SPPG Ditangguhkan

Salah satu langkah tegas yang menjadi perhatian publik terjadi pada akhir Mei 2026. Saat itu, Nanik mengumumkan bahwa sebanyak 2.213 SPPG masih berada dalam status penangguhan karena belum memenuhi ketentuan yang berlaku.

Data BGN menunjukkan bahwa sejak Program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, terdapat 27.208 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.182 SPPG pernah dikenakan penangguhan sementara.

Sebanyak 5.659 SPPG kemudian diizinkan kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Sementara 2.213 SPPG lainnya masih harus menjalani masa evaluasi karena belum memenuhi persyaratan baik dari aspek manajemen maupun infrastruktur.

"Kami mempertimbangkan berbagai masukan masyarakat, hasil sidak, laporan pemerintah daerah, serta berbagai kejadian yang dialami penerima manfaat dalam mengambil keputusan penangguhan," ujar Nanik dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Tantangan Besar di Depan Mata

Sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo.

Program tersebut tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dengan pengalaman panjang di bidang komunikasi, pengawasan, dan manajemen program sosial, Nanik diharapkan mampu memperkuat tata kelola BGN sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program gizi nasional di seluruh Indonesia.

Penunjukannya juga menjadi sinyal bahwa pemerintah menginginkan pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan program, sekaligus memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan layanan gizi yang aman, sehat, dan sesuai standar.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil Nanik S. Deyang dalam memimpin Badan Gizi Nasional dan menjaga keberhasilan program strategis yang menyentuh langsung kehidupan jutaan masyarakat Indonesia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.