Soroti Empat Isu Strategis, Senator Lia Istifhama Tampil Mencuri Perhatian di DPD RI
VISI.NEWS | JAKARTA - Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Kantor DPD RI, Jakarta, Selasa (14/1/2026), berlangsung dinamis ketika Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, secara terbuka mengungkapkan rasa penasarannya terhadap gelar akademik Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, yang dikenal memiliki latar pendidikan lintas kampus.
Sorotan tersebut mencairkan suasana sidang. Namun, Anggota Komite III DPD RI yang akrab disapa Ning Lia tidak berlarut pada isu personal. Dalam forum resmi itu, ia justru memanfaatkan momentum untuk menyampaikan hasil reses dan penyerapan aspirasi masyarakat di Jawa Timur.
“Reses menjadi ruang mendengar langsung kebutuhan daerah,” ujar Lia di hadapan pimpinan dan anggota DPD RI.
Dari rangkaian penyerapan aspirasi tersebut, empat isu strategis mengemuka dan dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat.
Isu pertama berkaitan dengan layanan kesehatan, khususnya penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Lia menyebut banyak rumah sakit daerah masih menunggu pedoman teknis agar tetap produktif dan mampu menyesuaikan kapasitas layanan.
Isu kedua menyentuh sektor pendidikan. Aspirasi datang dari guru-guru Raudlatul Athfal (RA) di bawah Kementerian Agama RI yang belum memiliki akses seleksi PPPK secara setara, meskipun berperan penting dalam pendidikan anak usia dini berbasis keagamaan.
Isu ketiga berkaitan dengan sektor pariwisata. Banyak pelaku wisata belum terlindungi oleh BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, padahal sektor ini menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
Sementara isu keempat menyangkut kebudayaan, khususnya pelestarian bahasa daerah. Lia menyoroti perlunya penyusunan kamus sebagai bagian dari perlindungan sekitar 718 bahasa daerah di Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!