SORA dan AKOTO Resmi Go Internasional
Vibes Music Australia mengonfirmasi penandatanganan kontrak dua DJ perempuan asal Indonesia: SORA (sebelumnya dikenal di sirkuit Jakarta sebagai DJ Moza) dan AKOTO (sebelumnya DJ Armanda Koto). /visi.news/ist
- Label independen asal Melbourne memasuki pasar musik Asia Tenggara yang tumbuh paling pesat; mengumumkan penemuan dua talenta Indonesia yang siap tampil di panggung internasional.
VISI.NEWS | JAKARTA — Vibes Music Australia, perusahaan musik independen berbasis di Melbourne yang berspesialisasi dalam musik elektronik, pengembangan artis, dan distribusi internasional, hari ini mengumumkan ekspansi resminya ke Jakarta, Indonesia. Langkah ini menandai babak penting dalam strategi pertumbuhan Asia-Pasifik label tersebut — sekaligus menjadi pijakan formal pertamanya di pasar musik paling signifikan secara komersial di Asia Tenggara.
Bersamaan dengan ekspansi ini, Vibes Music Australia mengonfirmasi penandatanganan kontrak dua DJ perempuan asal Indonesia: SORA (sebelumnya dikenal di sirkuit Jakarta sebagai DJ Moza) dan AKOTO (sebelumnya DJ Armanda Koto). Keduanya merupakan nama yang sudah dikenal luas di skena underground dan klub Jakarta sebelum diperkenalkan kembali dengan identitas panggung internasional mereka di bawah label Vibes Music Australia.
"Jakarta memiliki budaya musik yang luar biasa hidup dan generasi baru artis berbakat yang siap terhubung dengan penonton internasional. Ekspansi kami merupakan investasi jangka panjang dalam masa depan kreatif kawasan ini," ungkap Gerard Lasantha, Produser & A&R, Vibes Music Australia dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS. Rabu (3/6/2026).
Jakarta: Garda Terdepan Musik Elektronik Asia Tenggara
Sebagai salah satu pasar musik terbesar dan paling cepat berkembang di Asia Tenggara, Indonesia semakin menjadi pintu masuk strategis bagi artis yang ingin meraih eksposur regional dan internasional. Populasi muda yang terhubung secara digital, dikombinasikan dengan pertumbuhan pesat platform streaming musik dan penemuan musik berbasis media sosial, telah membuka peluang baru bagi genre elektronik dan dance untuk menjangkau audiens arus utama.
Meski pendengar Indonesia terus menggemari musik pop lokal, indie, dan internasional, segmen konsumen urban yang terus tumbuh — khususnya Gen Z dan Milenial di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali — semakin banyak yang menikmati musik elektronik, melodic house, melodic techno, progressive house, dan musik berorientasi festival.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!