SMA BUPI Majalaya, "Mutiara" yang Terlupakan
Senada diungkapkan guru lainnya Rike Gustiana (29) guru mata pelajaran agama, "Dari sisi kualitas dan pembelajaran, Alhamdulillah SMA BUPI tetap menjadikannya prioritas, sehingga meski banyak keterbatasan di sekolah ini, tapi tak sedikit lulusan sekolah ini yang berprestasi. Kami berterima kasih kepada para orang tua yang masih punya semangat mencintai Majalaya, dan mendukung kesejarahan pendidikan di Majalaya," ungkapnya.
Ia berharap generasi muda Majalaya tidak melupakan sejarah pendidikan di daerah mereka. “SMA BUPI ini bagian dari identitas Majalaya. Kalau hilang, maka hilang juga satu warisan penting pendidikan di sini,” tandasnya.
Untuk mengatasi keterbatasan, pihak sekolah berupaya menjalin kerja sama dengan lembaga non-pemerintah dan komunitas lokal. “Kami juga terbuka bagi siapa pun yang ingin membantu, baik secara materi maupun program,” kata Kepala Sekolah lagi.
Selain itu, SMA BUPI juga tengah mencoba memanfaatkan media sosial untuk promosi dan penggalangan dukungan. “Kami akan buat kanal YouTube dan Instagram sekolah agar orang tahu bahwa kami masih eksis dan butuh dukungan,” tambahnya.
Dengan semangat yang tetap menyala dan dedikasi yang tak tergoyahkan, SMA BUPI Majalaya berharap bisa kembali bangkit menjadi salah satu pilar pendidikan di wilayah timur Bandung. “Kami bukan hanya ingin bertahan, tapi ingin maju kembali,” pungkas Kepala Sekolah dengan penuh optimisme.
@aep s abdullah
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!