SKETSA | Ustadz Das’ad

ED
Selasa, 19 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Ustadz Das’ad

Kehebatan belajar dari Ustadz Ali, yang teringat cuma lucunya doang, sedangkan pelajaran agamanya sudah lupa. Salah satu cerita yang saya terkesan adalah bagaimana Ustadz Ali menanggapi isu Kristenisasi. Ia bercerita begini. Dahulu ada seorang Pastor yang sayang betul dengan pembantunya yang beragama Islam. Ia ingin pembantunya itu masuk agama Kristen. Mula-mula gajinya ia naikkan, kemudian sering dikasih bonus dan hadiah, agar betah bekerja. Setelah bertahun-tahun Pastor itu merasa pembantunya sudah paham benar adat-istiadat orang beragama Kristen seperti dirinya. Pastor itu tambah sayang dengan pembantunya itu. Namun suatu hari si pembantu minta permisi untuk berhenti bekerja. Pastornya bertanya kenapa berhenti, kan sudah enak kerja dengannya. Jawab si pembantu, “Terima kasih Pastor, saya selama ini sudah diajari cara bekerja dengan baik, adat istiadat dan pelajaran agama Kristen. Sekarang tibalah saatnya saya kembali menekuni agama saya sendiri, uang berlimpah pemberian Pastor - saya selalu kumpulkan dan dipergunakan secara hemat. Sedangkan uang yang sudah banyak terkumpul sekarang ini saya akan gunakan untuk pergi Haji.”

Bagi Ustadz Ali, keyakinan orang sebenarnya tidak dapat diubah, dan ia santai saja menghadapi isu-isu politik di awal Orde Baru, dengan cara humor. Ketika itu, memang santer terdengar isu Kristenisasi dan Sekularisasi, tetapi Ustadz Ali tidak goyah untuk ikut-ikut berpolitik dan memanas-manasi jemaahnya seperti beberapa ustadz di zaman sekarang. Ia fokus mengajar agama dan tidak membawa-bawa muridnya ke dalam suasana yang semrawut serta hiruk-pikuk. Cara membawakan agama Ustadz Ali adalah cara yang adem, penuh dengan keyakinan diri dan positive thinking.

Sayang di zaman itu tape recorder masih menjadi barang mewah, sehingga tidak ada rekaman dari ceramah-ceramah Ustadz Ali yang menyejukkan itu. Beruntung di zaman Ustadz Zainuddin MZ sudah ada kaset rekaman, sehingga kita bisa mendengar lagi ceramah-ceramahnya yang ditransfer ke YouTube. Orang-orang menyebarkan kembali link rekaman suara Zainuddin MZ karena adanya kerinduan akan suara ulama yang bisa membawa pesan damai serta amal sholeh tanpa disisipkan isu-isu politik. Tetapi saat ini saya berbahagia karena ada Ustadz Ali dan Zainuddin MZ versi baru yang lebih pintar dan lucu, namanya Ustadz Das’ad Latif. Selain penuh humor dan dakwahnya menyejukkan, ia juga menempuh banyak bangku sekolah di dalam dan luar negeri.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.