SKETSA | Terawan
Ada yang mengatakan, orang-orang yang disembuhkan Terawan itu sudah lebih dari 40.000 orang, kalau ada 1-2 orang jatuh korban bisa dimaklumi. Masalahnya, korban manusia bukanlah urusan statistik, tetapi urusan individu si korban itu sendiri, harus ada penjelasan mengapa seseorang bisa gagal dan lainnya bisa berhasil menggunakan terapi yang sama. Kondisi-kondisi apa yang menyebabkan pengobatan itu bisa berhasil dan gagal, agar tidak jatuh korban yang lain. Hal itu harus dibuka seluas-luasnya. Ada juga sebuah tulisan yang mengatakan, Terawan bukan mencari uang dalam pengobatan. Setuju. Dengan kekayaan yang Rp 91,5 M,- sesuai dengan laporan yang disetorkan KPK tahun 2021, memang nampaknya Terawan tidak perlu menambah kekayaan lagi. Berobat kepada Terawan itu memang ongkosnya mahal. Jadi begini saja deh, mengingat metode cuci otak itu penting sekali, dan demi menghindari jatuh korban yang lain, maka mari kita ajak Terawan untuk membuktikan metodenya secara gamblang ke IDI, tidak perlu ada rahasia-rahasiaan lagi, OK?. ***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!