Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Terawan

ED
Kamis, 31 Maret 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Terawan

Ada yang mengatakan, orang-orang yang disembuhkan Terawan itu sudah lebih dari 40.000 orang, kalau ada 1-2 orang jatuh korban bisa dimaklumi. Masalahnya, korban manusia bukanlah urusan statistik, tetapi urusan individu si korban itu sendiri, harus ada penjelasan mengapa seseorang bisa gagal dan lainnya bisa berhasil menggunakan terapi yang sama. Kondisi-kondisi apa yang menyebabkan pengobatan itu bisa berhasil dan gagal, agar tidak jatuh korban yang lain. Hal itu harus dibuka seluas-luasnya. Ada juga sebuah tulisan yang mengatakan, Terawan bukan mencari uang dalam pengobatan. Setuju. Dengan kekayaan yang Rp 91,5 M,- sesuai dengan laporan yang disetorkan KPK tahun 2021, memang nampaknya Terawan tidak perlu menambah kekayaan lagi. Berobat kepada Terawan itu memang ongkosnya mahal. Jadi begini saja deh, mengingat metode cuci otak itu penting sekali, dan demi menghindari jatuh korban yang lain, maka mari kita ajak Terawan untuk membuktikan metodenya secara gamblang ke IDI, tidak perlu ada rahasia-rahasiaan lagi, OK?. ***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.