SKETSA | Schopenhauer
Penutup
Manusia memiliki banyak keinginan tetapi kemungkinan untuk memnuhi semuanya itu sangat terbatas. Namun manusia tidak mungkin mengelak semua kenyataan itu. Itulah hidup. Karena itulah, Schopenhauer mengatakan bahwa hidup adalah sebuah kesalahan fundamental. Hidup adalah sebuah penderitaan. Kalau manusia ingin membebaskan diri dari kenyataan ini, itu berarti ia membebaskan diri dari kehidupan. Kita tidak harus sampai begitu, melalui sikap belas kasih atau simpati terhadap sesama, manusia bisa saja menjadi bebas terhadap kehendak. Gagasan Schopenhauer ini masih sangat relevan untuk manusia zaman ini. Di tengah-tengah dunia yang penuh persaingan, di mana manusia bisa menjadi sangat rakus, kiranya hati manusia perlu dibersihkan dengan seni dan kontemplasi.
Referensi
Budi Kleden, Paul (2006). Membongkar Derita. Maumere: Penerbit Ledalero.
Hamersma, Harry (1984). Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern. Jakarta: PT Gramedia.
Hardiman, F. Budi (2004). Filsafat Modern, Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kant, Imannuel (2005). Kritik Atas Akal Budi Praktis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
L. Tjahjadi, Simon Petrus (2004). Petualangan Intelektual, Konfrontasi dengan Para Filsuf dari Zaman Yunani Hingga Zaman Modern. Yogyakarta: Kanisius.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!