Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Schopenhauer

ED
Minggu, 13 Maret 2022 | 06:45 WIB
Bagikan
SKETSA | Schopenhauer

Penutup

Manusia memiliki banyak keinginan tetapi kemungkinan untuk memnuhi semuanya itu sangat terbatas. Namun manusia tidak mungkin mengelak semua kenyataan itu. Itulah hidup. Karena itulah, Schopenhauer mengatakan bahwa hidup adalah sebuah kesalahan fundamental. Hidup adalah sebuah penderitaan. Kalau manusia ingin membebaskan diri dari kenyataan ini, itu berarti ia membebaskan diri dari kehidupan. Kita tidak harus sampai begitu, melalui sikap belas kasih atau simpati terhadap sesama, manusia bisa saja menjadi bebas terhadap kehendak. Gagasan Schopenhauer ini masih sangat relevan untuk manusia zaman ini. Di tengah-tengah dunia yang penuh persaingan, di mana manusia bisa menjadi sangat rakus, kiranya hati manusia perlu dibersihkan dengan seni dan kontemplasi.

Referensi

Budi Kleden, Paul (2006). Membongkar Derita. Maumere: Penerbit Ledalero.

Hamersma, Harry (1984). Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern. Jakarta: PT Gramedia.

Hardiman,  F. Budi (2004). Filsafat Modern, Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kant, Imannuel (2005). Kritik Atas Akal Budi Praktis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

L. Tjahjadi, Simon Petrus (2004). Petualangan Intelektual, Konfrontasi dengan Para Filsuf dari Zaman Yunani Hingga Zaman Modern. Yogyakarta: Kanisius.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.