Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Schopenhauer

ED
Minggu, 13 Maret 2022 | 06:45 WIB
Bagikan
SKETSA | Schopenhauer

Schopenhauer mencoba memahami realitas dunia dengan kerangka pemikiran Kant ini. Meski menggunakan kerangka pemikiran Kant, Schopenhauer tidak mengikuti begitu saja pemikiran Kant. Bahkan, Schopenhauer mampu menghasilkan pemikiran yang sangat  berbeda dengan Kant, khususnya ketika ia berbicara  tentang dunia noumenal. Ia menyebut dunia noumenal itu sebagai kehendak. Sedangkan dunia fenomenal sebagai presentasi.

Dunia sebagai Presentasi

Schopenhauer berpendapat bahwa dunia fenomenal yang kita alami adalah objek bagi subjek. Apa yang kita alami setiap hari, sebagai sebuah kenyataan yang dapat diindrai,  merupakan presentasi-presentasi  atau gambaran-gambaran mental  kita sendiri. Kenyataan fenomenal inilah yang dia sebut sebagai dunia presentasi. Dari dunia yang kelihatan itu, yang dapat kita ketahui hanyalah gejala-gejala. Dalam perkembangan lebih lanjut, gagasan tentang dunia fenomenal ini mendapat pengaruh kuat dari filsafat Timur, khususnya ketika Schopenhauer membaca Upanishad.  Schopenhauer menegaskan bahwa dunia presentasi merupakan sebuah penampakan. Oleh karena kenyataan fenomenal itu adalah penampakan, maka dunia itu adalah maya. Akan tetapi, ia tidak berhenti pada yang maya ini. Bagi dia, di balik dunia yang maya ini ada sebuah kenyataan metafisis yang disebutnya dunia kehendak.

Dunia sebagai Kehendak

Kant menyebut dunia Das Ding an Sich sebagai dunia noumenal, kenyataan yang lepas dari persepsi kita. Manusia tidak dapat tahu tentang dunia noumenal ini. Terhadap dunia yang tidak diketahui inilah Schopenhauer memberikan jawaban. Schopenhauer menyebut dunia noumenal ini sebagai kehendak. Kehendak merupakan sebuah realitas transendental yang berada di belakang realitas fenomenal yang kita rasakan. Di sini, Schopenhauer hendak mengatakan juga bahwa realitas pada hakikatnya adalah berupa kehendak. Dengan demikian, di belakang dunia empiris yang kita alami setiap hari, di sanalah terdapat kehendak transendental.

Bagaimana manusia dapat mengetahui kehendak transendental ini? Meskipun menurut Kant kehendak transendental ini tertutup bagi manusia, karena itu kita tidak tahu, Schopenhauer justru memberikan jawaban yang meyakinkan. Bagi Schopenhauer hati merupakan instrumen yang dapat kita pakai untuk mengerti tentang kenyataan transendental ini. Di dalam hati, ditemukan bermacam-macam wujud dari kehendak manusia. Dalam hati manusia ada kerinduan, hasrat, keinginan, harapan, cinta, kebencian, penderitaan, pengertian, dan sebagainya. Schopenhauer menyebut ini semua sebagai pengalaman manusia yang tak terhindarkan. Itulah kehendak.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.