SKETSA | Pluralisme dan Toleransi

ED
Minggu, 3 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Pluralisme dan Toleransi

Toleransi

Toleransi sebagai sebuah konsep ajaran Islam, hadir sebagai bukti adanya pengakuan Islam terhadap hak-hak asasi masing-masing individu manusia seperti, hak persamaan dan kebebasan, hak hidup, hak memperoleh perlindungan, hak memperoleh pendidikan, hak kesempatan, hak keadilan, hak rasa aman dan sebagainya. Toleransi dapat berarti berarti lapang dada, sabar, tahan terhadap sesuatu dan dapat menerima. Toleransi dalam bahasa arab disebut dengan istilah ikhtimal atau tasamuh mengandung arti sikap membiarkan berbeda dan tidak memaksa, berlaku baik, lemah lembut, saling memaafkan.

Toleransi dalam perspektif kerukunan hidup antar manusia adalah sikap tolong-menolong, saling menyayangi, percaya tidak saling curiga atau lebih kepada sikap saling menghargai hak-hak sebagai manusia, anggota masyarakat dalam suatu negara. Sementara dalam konteks kehidupan beragama dakwah toleransi berarti menerjemahkan ajaran Islam mengandung unsur pengertian, penghargaan, kemashlahatan demi terciptanya keselamatan dan kedamaian masyarakat, mencegah kemudlaratan, kerusakan dan bahkan kebencian.

Sikap toleransi atau lapang dada diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, dalam keragaman dan perbedaan pendapat pada segala aspek kehidupan, sikap toleransi menjadi penting untuk menghindari ketersinggungan atau paksaan antar manusia. Sikap lemah lembut mutlak bagi setiap orang untuk menghidari sikap egoisme dalam pergaulan. Sikap kelembutan dapat dijumpai dalam al-Qur‘an surat Ali Imran ayat 159:

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS 3: 159).

Karakteristik Toleransi dan kelebihan manusia dalam Islam terletak pada akal. Melalui akal manusia memiliki kebudayaan dan peradaban termasuk pengembangkan potensi diri sehingga mampu mewujudkan ilmu pengetahuan. Akal inilah sebagai pembeda antara manusia dan binatang. Dan dalam istilah filsafat manusia disebut sebagai hewan yang mampu berbicara dan berfikir. Begitu pentingnya peranan akal dalam kehidupan manusia maka posisinya sangat penting untuk mehahami dan menerjemahkan Al Quran dan Hadis dalam kehidupan keseharian di samping untuk menilai suatu kebenaran. Islam adalah agama yang terkait dengan urusan alam dan kemanusiaan, Islam memuat tentang pesan dan cara yang amat dalam dan cerdas posisinya ada bersama manusia tanpa ruang dan waktu. Oleh sebab itu, nash-nash yang terdapat dalam Al Quran atau ajarannya berbicara kepada hati dan akal manusia. Islam melalui Al Quran lahir untuk memenuhi spiritualitas dan rasionalitas manusia yang merupakan dua unsur yang dimiliki oleh setiap manusia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.