SKETSA | Pluralisme dan Toleransi
Setelah Allah menyinggung adanya perbedaan bangsa dan suku, bahasa dan warna kulit, kemudian Allah juga menyoroti masalah perbedaan agama. Dengan mengakui kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, yaitu kitab agama Yahudi dan Nasrani. Dan Allah memang sengaja membuat manusia mempunyai agama yang berbeda-beda. Al Quran mengatakan bahwa perbedaan pandangan atau aturan manusia tidak harus ditakuti, tetapi harus menjadi titik tolak untuk berkompetisi menuju kebaikan dan bahwa hanya Allah yang tahu dan dapat menjelaskan, di hari akhir nanti, alasan manusia berbeda satu dari yang lain dan jalan manusia berbeda-beda dalam beragama. Seperti yang diungkapkan dalam surat Al Maidah ayat 48:
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS 5:48).
Al Quran juga menegur Nabi Muhamamad ketika ia menunjukkan keinginan untuk memaksa manusia menerima dan mengikuti ajaran yang disampaikan, seperti dalam surat Yunus ayat 99:
“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?” (QS 10:99).
Kiranya sudah jelas bahwa prinsip pluralisme dan toleransi sudah diuraikan secara gamblang oleh Al Quran. Sebetulnya masih banyak lagi ayat-ayat Al Quran yang mengetengahkan pluralisme, seperti Surat Hud ayat 118-119. Namun pertanyaannya adalah mengapa ada sebagian umat Islam selalu merasa bermusuhan dengan umat lain? Hal ini sudah tentu berkaitan dengan pandangan atau tafsir yang berbeda terhadap prinsip-prinsip di atas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!