Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Piringan Hitam

ED
Selasa, 22 Februari 2022 | 09:43 WIB
Bagikan
SKETSA | Piringan Hitam
  • Pengantar Redaksi
  • Pembaca yang budiman, mulai akhir Pebruari 2022 ini, VISI.NEWS akan menurunkan tulisan-tulisan orisinal dari Syakieb Sungkar. Penulis adalah seorang pengamat seni, dan pernah menjadi executive di beberapa perusahaan telekomunikasi. Ia pernah kuliah di FMIPA - Universitas Indonesia (1981), lulus dari Elektro Telekomunikasi - Institut Teknologi Bandung (1986), Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (2020). Dan pernah membuat buku "Melacak Lukisan Palsu" (2018) dan "Seni Sebagai Pembebasan" (2022). Pernah berpameran tunggal lukisan di galeri Titik Dua, Ubud (2021), berpameran bersama di galeri Salihara bersama Goenawan Mohamad (2020). Saat ini ia menjadi Editor in Chief di Jurnal Filsafat Dekonstruksi (jurnaldekonstruksi.id).

Oleh Syakieb Sungkar

KETIKA awal tahun 80an saya bersekolah di Bandung, koleksi kaset saya musnah. Itu karena adik saya membongkar tempat penyimpanan kaset, memainkannya, dan meminjamkannya ke temannya serta sebagian rusak. Mengingat kaset-kaset itu tidak diproduksi lagi, saya agak kesulitan mengumpulkannya kembali. Belum lagi di tahun 1985 kaset bajakan dilarang karena Suharto mendapat tekanan dari Bob Geldof dan lembaga hak cipta dunia. Maklumlah, Indonesia waktu itu masuk dalam 4 besar negara pembajak musik terbesar. Ketika saya lulus sekolah, dunia musik telah berubah, kaset telah berganti dengan CD yang masih mahal harganya. Sehingga hobi mengoleksi musik menjadi terlupa. Ada sebab lain, pekerjaan saya yang sering keluar kota atau keluar negeri membuat tidak ada waktu lagi berleha-leha. Akibatnya pada akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an saya benar-benar loose track terhadap musik.

Saya mulai intens kembali memperhatikan musik ketika sekolah di Cable & Wireless Institute di Birmingham, Inggris. Maklum sekolah itu ada di desa yang sepi, namanya Coventry. Sehingga kalau malam ga bisa keluyuran. Hiburan satu-satunya adalah nonton TV. Dan kanal TV yang paling saya suka adalah Channel, isinya video musik saja. Video musik yang saya masih ingat sering ditayangkan pada tahun 1994 adalah The Cranberries, Boyz II Men, Bon Jovi, Nirvana, Oasis, Youssou N'dour, Aerosmith, Seal, dan Soundgarden.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.