SKETSA | Phubbing
Oleh Syakieb Sungkar
SENIN lalu saya mendapat laporan dari iPhone bahwa rata-rata penggunaan Smartphone adalah 1 jam 52 menit per hari. Dengan rincian, sebagian besar dipergunakan untuk bersosialisasi, kata halus untuk main medsos, yaitu 1 jam 6 menit. Sementara untuk pekerjaan yang produktif hanya 6 menit. Dari bersosialisasi yang 1 jam 6 menit itu, ternyata 52 menit dipakai untuk menggunakan WhatsApp, 8 menit untuk Tiktok, dan 6 menit untuk e-mail. Bayangkan betapa borosnya waktu saya dipakai untuk bermain WhatsApp, terutama WAG. Padahal kalau yang 52 menit perhari itu dipakai untuk membantu ibu di ladang atau ikut ayah berlayar mencari ikan, sudah berapa karung beras yang didapat dan berapa ekor ikan yang ditangkap.
Baca juga SKETSA | Robot Trading SKETSA | Arab SKETSA | Binary Option SKETSA | Neanderthal SKETSA | W.S.C SKETSA | RK SKETSA | Krismon SKETSA | SBM – ITB SKETSA | Schopenhauer SKETSA | Baceprot SKETSA | Adorno SKETSA | Tank vs Hoax SKETSA | Komik SKETSA | The BatmanTeman saya, seorang Perancis yang telah lama tinggal di Indonesia, tidak pernah punya telpon genggam, bahkan tidak punya telpon rumah juga. Ia hanya mau berkomunikasi menggunakan e-mail. Menurutnya mempunyai handphone hanya memboroskan waktu dan pikiran. “Kamu itu sebetulnya terpenjara dengan handphonemu !” Coba perhatikan, berapa kali kamu ditelpon orang selama pembicaraan berlangsung? Dan berapa kali kamu melihat handphone kamu? Sepertinya kamu telah terikat dengan suatu benda yang mengontrolmu terus-menerus, itu tidak berbeda dengan orang di dalam penjara, setiap saat mengintip Sipir penjara sedang berada di mana, sebelum melakukan aktivitas. Bener juga sih.
Sekarang ini sudah ada gerakan untuk mematikan handphone sebelum rapat, karena aktivitas bertelponria, memperhatikan layar Smartphone ketika sedang rapat merupakan suatu gangguan dan penghinaan terhadap seluruh peserta rapat. Sudah beberapa tahun belakangan diperkenalkan istilah phubbing, gabungan dari kata phone dan snubbing (menghina). Suatu istilah yang menggambarkan kebiasaan memainkan handphone saat percakapan berlangsung, sehingga terkesan tidak peduli. Jadi hati-hati ya guys, kalau bertemu orang yang anda baru kenal, apalagi sudah ada appointment untuk penjajagan dengannya, maka simpanlah handphone anda baik-baik dalam kantong celana atau tas tangan. Demi menghindari tuduhan penghinaan dengan handphone.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!