SKETSA | Oligarki
Untuk pemimpin di Pusat, pemimpin negara, Presiden, prinsipnya sama saja. Para donatur, suporter kampanye, dukungan politik dari Partai, dukungan massa dari Ormas, semuanya akan mendapat bayaran. Bayaran itu dalam bentuk posisi sebagai Menteri, penasehat Presiden, dan previlage-previlage lain seperti kemudahan membuka area tambang, konsesi hutan dan perkebunan, aturan-aturan investasi, pelonggaran aturan kelestarian lingkungan, kemudahan ijin-ijin, proyek-poyek dari APBN, pemilihan direksi di BUMN, dan banyak lagi bentuk-bentuk lain yang sebenarnya merupakan balas jasa atas kesediannya mensuport terpilihnya si Pemimpin. Dan orang-orang ‘berjasa’ itu memang sedikit jumlahnya. Karena yang punya uang besar memang hanya sedikit, bukan? 1% orang kaya menguasai 99% kekayaan orang banyak. Itu terjadi di mana-mana, di seluruh dunia. Pertanyaannya, apakah kita akan meninggalkan sistem demokrasi, karena demokrasi memunculkan oligarki? Saya rasa, sampai sekarang sistem demokrasi, walau banyak terjadi manipulasi dan penyimpangan praktek di sana-sini, masih merupakan sistem yang terbaik dalam memilih pemimpin.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!