SKETSA | Neanderthal
Oleh Syakieb Sungkar
CIKAL bakal manusia muncul pertama kali 5 juta tahun yang lalu dari makhluk yang bernama Hominini. Hominini adalah makhluk yang sudah berpisah dari Gorila, saudara sepupunya. Hominini itu makhluk yang pemalas, tidak mau bekerja keras. Ia sudah bisa membuat peralatan dari batu, tetapi bukan jenis batu yang keras dan berkualitas yang dipilihnya. Hominini hanya mengambil batu-batu yang terdekat dengan dirinya saja. Seandainya di dekat mereka ada bukit, Hominini tidak ingin memanjat bukit itu dan tidak mau mencari tahu ada apa pada puncak bukit tersebut. Kerangka Hominini yang ditemukan adalah berumur 3,18 juta tahun yang lalu di Afrika, yang diberi nama Lucy. Lucy ini diperkirakan tubuhnya penuh dengan bulu, dan tingginya ketika dewasa kira-kira sama dengan manusia sekarang yang berumur 5 tahun.
Homo Erectus
Karenanya pada 2 juta tahun yang lalu Hominini musnah dan melalui proses evolusi, Hominini berubah wujud menjadi Homo Erectus, atau kera yang dapat berjalan dengan kedua kaki, yang lebih maju dari Hominini. Homo Erectus ini berkumpul di Afrika, dan sejak 2 juta tahun yang lalu, mereka mulai mengembara ke seluruh dunia sampai ke Asia Tenggara. Pengembaraan mereka disebabkan karena munculnya Zaman Es atau Pleistosen. Pengembaraan Homo Erectus itu terlacak juga jejaknya di Jawa, ketika pakar anatomi asal Belanda, Eugene Dubois, menemukan fosil tempurung kepala dan tulang paha berumur 1,8 juta tahun di Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Selain sudah dapat menciptakan peralatan dari batu yang lebih canggih, Homo Erectus sudah mulai memasak dengan api dan membuat seni dari batu. Homo Erectus lebih pandai karena telah terjadi perbesaran otak dibandingkan Hominini.
Homo Sapiens
Homo Erectus yang masih bernaung di Afrika pun kemudian tumbuh menjadi lebih sempurna, yang disebut Homo Sapiens. Homo Sapiens ini yang dikenal sebagai manusia modern. Fosil Homo Sapiens tertua berumur 315 ribu tahun ditemukan di Jebel Irhoud Maroko, pada tahun 2004. Pada 200 ribu tahun yang lalu, terjadi kemajuan besar dalam pembuatan perkakas. Itulah sebabnya Homo Sapiens disebut sebagai manusia modern. Kemajuan lain adalah di zaman itu manusia sudah mulai dapat berkomunikasi dengan manusia lainnya walau masih dengan terbata-bata dalam kelompok masyarakat tertentu.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!