Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Neanderthal

ED
Jumat, 18 Maret 2022 | 06:45 WIB
Bagikan
SKETSA | Neanderthal

Neanderthal dan Denisovan

Di tempat lain di luar Afrika, ada juga Homo Erectus yang berkembang lebih sempurna, yaitu Manusia Neanderthal di Eropa dan Manusia Denisovan di Eurasia. Disebut Neanderthal, karena fosilnya ditemukan pertama kali di Lembah Neander, Jerman oleh Rudolph Virchow pada tahun 1856. Sementara, Denisovan fosilnya ditemukan di gua Denisova, Siberia. Tidak banyak jejak Denisovan dapat diceritakan dibandingkan Neanderthal yang akan dibahas lebih luas nantinya pada tulisan ini. Fosil Denisovan ditemukan oleh seorang pakar genetika Jerman bernama Johannes Krause pada tahun 2010. Denisovan ternyata jenis manusia pengembara yang bisa mencapai Filipina, Oseania, Fiji, Indonesia Timur, Papua Nugini, dan Australia. Di Australia, Denisovan banyak ditemukan pada gen orang Aborigin. Manusia Denisovan musnah 30.000 tahun yang lalu.

Kawin Campur

Berbeda dengan Dinosovan yang pergi ke arah Polinesia, Neanderthal berkelana ke Timur Tengah. Di sinilah Neanderthal kemudian bertemu dengan Homo Sapiens yang juga sedang bermigrasi meninggalkan benua Afrika. Mereka bertemu 50.000 tahun yang lalu, hasil pertemuan itu ada dua, yaitu perkawinan dan juga perkelahian. Selama masa hidupnya, Neanderthal tinggal di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Prancis, Spanyol, Jerman, dan Rusia. Sejumlah temuan arkeologi menunjukkan Neanderthal sudah memiliki kebudayaan. Spesies ini memiliki gen bahasa dan fasih mengembangkan musik, seni, dan kerajinan tangan. Kelebihan inilah yang membuat Homo Sapiens jatuh hati kepada Neanderthal dan menyebabkan kawin campur. Selain kawin campur, terjadi juga persaingan dan perkelahian. Mengingat Manusia Neanderthal jumlahnya jauh lebih sedikit dari Homo Sapiens, akhirnya mereka kalah dalam persaingan, sehingga musnah pada 40.000 tahun yang lalu. Sedangkan Homo Sapiens tetap bertahan dan menjadi manusia modern hingga sekarang.

Keturunan pertama perkawinan beda jenis ini menjadi makhluk hybrid. Mereka memiliki separuh gen yang diwariskan dari Homo Sapiens dan Neanderthal. Kondisi ini membuat para hybrid bisa melanjutkan perkawinan dengan manusia modern lainnya dan mewariskan gen Neanderthal pada keturunannya. Genom manusia modern tertua di Eropa mengandung 3,4 sampai 38 persen DNA Neanderthal, namun melalui evolusi, gen itu perlahan-lahan berkurang sehingga pada manusia modern tidak lebih dari 4% gen Neanderthal yang tersisa. Jejak genetik itu menyusut drastis akibat seleksi alam setelah perkawinan campur antara manusia modern dan Neanderthal. Seleksi alam menghapus sebagian besar varian gen Neanderthal yang lemah dan berbahaya dari genom manusia. Agar bisa bertahan hidup, manusia menjalani proses seleksi yang panjang hingga akhirnya membuat sebagian besar varian gen Neanderthal itu lenyap.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.