SKETSA | Neanderthal
Keuntungan Mempunyai Gen Neanderthal
Walau cuma 4% ternyata gen Neanderthal itu menguntungkan manusia modern. Gen Neanderthal mempengaruhi biologi kulit dan respons imun manusia saat ini, kemampuan adaptasi terhadap infeksi, termasuk daya tahan pada serangan Covid-19. Gen Neanderthal memberikan warisan warna kulit yang kemerah-merahan, bukan hitam atau gelap. Kemampuan bertahan hidup di lokasi dingin ekstrem yang dimiliki Neanderthal kemudian diwariskan kepada manusia modern dan membantu spesies ini beradaptasi pada berbagai siklus zaman es. Hasil studi John Stewart dari Bournemouth University dan Chris Stringer dari Museum Sejarah Alam Amerika, pada 2012 menggambarkan bagaimana manusia bertahan melewati seleksi alam dan kerasnya zaman es serta bermigrasi ke seluruh dunia. Mereka mengambil alih wilayah yang ditempati kerabat tuanya, Neanderthal dan Denisovan, di kawasan Eurasia. Sepertiga wanita Eropa mewarisi gen manusia kuno, Neanderthal. Gen itu diyakini dapat meningkatkan kesuburan, progesteron dan mengurangi risiko keguguran serta lebih sedikit perdarahan pada awal kehamilan. Progesteron adalah hormon yang memainkan peran penting dalam siklus menstruasi dan kehamilan. Demikian kesimpulan studi yang dilakukan para peneliti di Max Planck Institute, Jerman.
Homo Sapiens yang tidak ikut bermigrasi dari Afrika tidak punya gen Neanderthal ini, sementara manusia modern yang bukan dari keturunan Afrika mempunyainya. Penduduk Cina, Jepang, dan negara-negara Asia Timur lain ternyata memiliki DNA Neanderthal yang lebih besar daripada orang Eropa. Potongan informasi ini terletak pada kromosom X. Fragmen DNA ini adalah bukti Neanderthal pernah kawin campur dengan nenek moyang manusia modern yang bermigrasi dari Afrika. Manusia Afrika dan Australia tidak memiliki potongan DNA ini karena mempunyai struktur gen yang murni, sedangkan DNA ras lain telah bercampur dengan milik Neanderthal.
Gen Gila
Neanderthal mewarisi kepintaran pada manusia modern, karena mereka lebih berbudaya dari Homo Sapiens. Ada artefak yang mengindikasikan bahwa mereka telah berpakaian, dan memberi penghormatan kepada kuburan saudara-saudaranya. Demikian pula kemampuan berburu dan membuat alat-alat untuk membunuh dan menangkap binatang, Homo Sapiens banyak belajar darinya. Neanderthal pula yang memulai pemberian ornamen pada batu dan perkakas, hal itu yang kemudian dikembangkan pada manusia modern untuk melukis dinding-dinding gua di Sulawesi pada 40.000 tahun yang lalu.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!