SKETSA | Minyak Goreng
Kerja keras Jokowi untuk menyelamatkan pengusaha sawit tidak sampai di situ saja, ia juga mengusahakan agar sawit dipergunakan untuk bahan bio diesel. Pemerintah telah mengeluarkan Program B30, maksudnya dalam solar yang beredar di Indonesia itu bahan bakunya terdiri atas 30% sawit dan 70% minyak bumi jenis solar. Sehingga penyerapan produksi kebun sawit terjamin. Sedangkan sawit untuk minyak goreng itu sendiri, produksinya adalah 8 juta ton per tahun, sementara kebutuhan domestik hanya 5 juta ton per tahun. Kelebihan produksi yang 3 juta ton itu silahkan diekspor ke Eropa. Hitung-hitungan ini sebetulnya akan membuat Indonesia tenang-tenang saja, tidak akan kekurangan minyak goreng di pasar. Ibu-ibu tidak usah antri minyak goreng di mana-mana, karena itu suatu peristiwa yang mengenaskan. Ibarat kita kelaparan di lumbung beras.
Namun kerakusan manusia tidak ada batasnya. Daripada minyak goreng dikasi ke ibu-ibu di pasar, mendingan diekspor sebanyak-banyaknya ke luar negeri, karena harga CPO dunia sedang naik 100%. Perbuatan seperti itu melukai hati Jokowi yang telah bersusah payah membuat pengusaha sawit hidup dan makmur kembali. Karenanya seruan DPR agar Pemerintah menyetop ekspor minyak goreng harus kita dukung. Penuhi kebutuhan domestik dulu, kalau ada sisa barulah diekspor. Kalau anjuran DPR dilaksanakan, maka ibu-ibu akan dapat menikmati Cireng kembali tanpa hambatan.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!