SKETSA | Masriadeep
Ketika ide itu muncul, saya ingin buru-buru pulang meninggalkan Art Jakarta. Sesampai di studio, saya langsung menyeket apa yang ada dalam pikiran saya itu. Saya memberi judul “Masriadeep” yang merupakan kata gabungan dari Nyoman Masriadi dan Jasdeep Sandhu. Hasilnya memang cukup kocak. Masriadi terlihat mengerling ke arah Jasdeep dengan gestur percaya diri yang tangannya bertumpu pada sebuah pedang. Sementara Jasdeep terlihat senyum tertahan dengan ular cobra bertengger di sebelah kepalanya, melambangkan kemampuannya bersilat lidah. Tubuh ular yang berwarna hijau itu melilit pinggangnya. Pada bagian kanan, saya membuat senderan ring dengan kolase Balai Lelang Christie’s dan Shoteby’s yang saya sarankan untuk dicheck. Karena mereka pernah menyematkan belt “Price Champion” ke Masriadi yang terpasang di pinggangnya. Selanjutnya, silahkan menikmati lukisan ini.***
- Penulis, pengamat seni dan pernah menjadi juri dalam Bandung Contemporary Art Award (BaCAA), mantan executive di beberapa perusahaan telekomunikasi, pernah bersekolah di FMIPA – Universitas Indonesia (1981), Elektro Telekomunikasi – Institut Teknologi Bandung (1986), Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (2020), menulis buku “Melacak Lukisan Palsu” (2018), dan buku “Seni Sebagai Pembebasan” (2022), pernah berpameran tunggal lukisan di Galeri Titik Dua, Ubud (2021), saat ini menjadi Editor in Chief di Jurnal Filsafat Dekonstruksi (jurnaldekonstruksi.id)
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!