Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Masriadeep

ED
Minggu, 25 September 2022 | 09:37 WIB
Bagikan
SKETSA | Masriadeep

Memang setiap tahun ketika itu ada Art Stage Singapore yang dikelola oleh Lorenzo Rudolf. Di sana galeri-galeri dunia berkumpul untuk memperlihatkan karya seni yang sedang hit. Sehingga Art Stage Singapore menjadi tempat berkumpul para kolektor yang sebagian besar dari Indonesia. Di sanalah Jasdeep ‘mencegat’ para kolektor untuk berkunjung ke MICA. Saya juga berkunjung ke Gajah, dan Jasdeep dengan ramah akan berpromosi tentang masa depan Masriadi yang akan dikembangkannya. Ia berjanji karya Masriadi akan menjadi koleksi museum-museum dunia dan Masriadi akan dibuatkan sebuah buku serta pameran tunggal. Di sana saya melihat ada sebuah karya Masriadi yang gayanya sudah berbeda dibanding yang dulu. Lukisan Masriadi yang berjudul “Jago Neon”, bertengger disitu dan menjadi item display promosi Gajah gallery. Ia menjelaskan bahwa karya itu sudah dibeli oleh kolektor lain. Tetapi kalau berminat dengan karya Masriadi dapat memesan dengannya. Sehingga saya tertarik untuk membeli dan memesan. Jasdeep ketika itu menjanjikan dalam sebulan karya baru akan siap dan ia menentukan harganya sebesar Rp 125 juta,-

Namun sebulan kemudian ia menelpon bahwa lukisan pesanan saya sekarang harganya sudah naik menjadi Rp 250 juta,- berhubung di lelang hammer price Masriadi sudah mencapai Rp 400 juta,- Saya mengiyakan saja harga yang baru itu, tapi dengan catatan jangan naik lagi. Saya meminta ada perjanjian di atas kertas soal pesanan saya itu. Tapi ia menolak. Dengan ditambahkan kata-kata, “Sure boss, I promise. Masriadi painting will be delivered to You”. Sebulan kemudian saya menagih dong, soal lukisan pesanan saya itu. Tetapi dijawab begini, “Sorry boss, I can’t decide how much Masriadi price right now, because …. You know, Masriadi in the auction hit Rp 1 billion,- It’s crazy.” Saya berkesimpulan bahwa orang ini akan menyalurkan Masriadi langsung ke Balai Lelang, tidak lagi ke kolektor. Tetapi, buat saya no problem, ini kan masalah bisnis, bukan lagi masalah seni. Dan memang lukisan Masriadi harganya naik terus di Balai Lelang. Jasdeep memainkan Masriadi tidak lagi di Balai Lelang lokal tetapi sudah ke Shoteby’s dan Christie’s. Pada lelang Christie’s di Hongkong tertanggal 30 November 2008 -- yang saya hadir ketika itu – lukisan Masriadi yang berjudul “Marathon” berukuran 4 meter terjual HK$ 2,060,000 atau sekitar Rp 4 Milyar. Luar biasa. Berhubung saya orangnya praktis, kalau tidak dapat lukisan Masriadi dari sumbernya, maka saya akan ikut arus, yaitu menjual koleksi Masriadi yang saya punya. Ada 8 karya Masriadi yang kemudian saya jual ke Balai Lelang. Hasilnya lumayan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.