Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Mahsa Amini

ED
Senin, 26 September 2022 | 10:47 WIB
Bagikan
SKETSA | Mahsa Amini

Para pengunjuk rasa menuntut keadilan bagi Mahsa dan meminta perubahan undang-undang jilbab yang ketat. Petugas polisi membagikan video di media sosial di mana Mahsa terlihat jatuh pingsan di tanah. Polisi mengklaim bahwa Mahsa tidak dilukai atau dianiaya, tetapi menderita serangan jantung. Resusitasi dilakukan pada Mahsa, detak jantungnya sempat kembali ketika ia dirawat di unit perawatan intensif. Sayangnya, setelah 48 jam, pada hari Jumat, ia mengalami serangan jantung lagi, karena kematian otak. Tim medis gagal untuk menghidupkannya kembali dan Mahsa meninggal.

Kebencian rakyat nampaknya sudah terbangun mendalam selama berbulan-bulan sebagai tanggapan atas tindakan keras yang diperintahkan oleh Ebrahim Raisi, Presiden garis keras, yang menargetkan pendisiplinan perempuan. Ditambah dengan keluhan bertahun-tahun terhadap pemerintah atas korupsi, salah urus ekonomi dan Covid, serta represi politik yang semakin meluas. Mahsa Amini ketika itu keluar dari trem bawah tanah di Teheran, ibukota Iran. Ia mengenakan kerudung hitam dan baju yang dianggap tidak pantas oleh Polisi Moral di Iran. Polisi Moral adalah organ yang dibikin pemerintah revolusioner di Iran yang berkuasa sejak 1979. Tugasnya adalah mengawasi tingkah laku dan cara berpakaian masyarakat. Mahsa Amini, karena pakaiannya, kemudian ditahan. Dia menjalani program “re-edukasi” atau pendidikan ulang. Di sanalah ia rupanya mengalami siksaan dan akhirnya meninggal setelah tiga hari menjalani program re-edukasi itu. Kematiannya menyulut protes besar-besar di hampir seluruh kota besar di Iran. Mereka yang turun ke jalan kebanyakan adalah anak-anak muda. Protes ini mirip beberapa tahun lalu. Ketika anak-anak muda ini memprotes kecurangan Pemilu.

Pemaksaan terhadap jilbab di Iran terlihat kontras dengan apa yang terjadi di Saudi Arabia. Pemerintah Saudi membebaskan wanitanya untuk boleh memakai busana yang mereka sukai asalkan sopan. Bahkan saat ini Arab Saudi akan melangsungkan kontes menyanyi dengan nama Saudi Idol. Putaran final lomba mencari bakat penyanyi di negara Kabah itu akan digelar pada Desember 2022 mendatang. Pendaftaran sudah dibuka serta proses penyaringan bakal berlangsung mulai bulan depan. Kontes Saudi Idol ini akan dilangsung di Ibu Kota Riyadh. Saudi Idol itu merupakan bagian dari liberalisasi sosial budaya, salah satu kebijakan dalam Visi 2030 yang diluncurkan oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman enam tahun lalu. Bin Salman juga sudah membebaskan bioskop beroperasi, konser musik digelar, dan beragam festival hiburan yang tadinya dianggap tabu dan bahkan haram. Kapankah Iran akan mulai mengikuti Saudi? Biasanya arus kebebasan itu seperti air bah, sulit dibendung.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.