BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026

Iran Mulai Tinjau Undang-Undang Wajib Jilbab di Tengah Protes Kematian Mahsa Amini

ED
Minggu, 4 Desember 2022 | 20:39 WIB
Bagikan
Iran Mulai Tinjau Undang-Undang Wajib Jilbab di Tengah Protes Kematian Mahsa Amini

VISI.NEWS | TEHERAN - Pihak berwenang Iran mengumumkan bahwa mereka telah mulai meninjau undang-undang wajib jilbab yang telah berusia puluhan tahun karena undang-undang tersebut berjuang untuk menekan lebih dari dua bulan protes terkait dengan aturan berpakaian.

Protes telah melanda Iran sejak kematian Mahsa Amini dalam tahanan, seorang Iran berusia 22 tahun keturunan Kurdi yang ditangkap oleh polisi moralitas karena diduga melanggar hukum berbasis Syariah.

Demonstran membakar penutup kepala mereka dan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah. Sejak kematian Amini, semakin banyak wanita yang tidak mengikuti kebijakan jilbab, terutama di bagian utara Teheran yang modis.

"Baik parlemen maupun kehakiman sedang bekerja (mengenai masalah)" apakah undang-undang itu perlu diubah," kata jaksa agung Iran Mohammad Jafar Montazeri.

Dikutip oleh kantor berita ISNA, dia tidak merinci apa yang dapat diubah dalam undang-undang tersebut oleh kedua badan tersebut, yang sebagian besar berada di tangan kaum konservatif.

Tim peninjau bertemu pada hari Rabu dengan komisi budaya parlemen "dan akan melihat hasilnya dalam satu atau dua minggu," kata jaksa agung.

Presiden Ebrahim Raisi pada hari Sabtu mengatakan republik Iran dan yayasan Islam secara konstitusional mengakar.

"Tapi ada metode penerapan konstitusi yang bisa fleksibel," katanya dalam komentar di televisi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.