"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Mahsa Amini

ED
Senin, 26 September 2022 | 10:47 WIB
Bagikan
SKETSA | Mahsa Amini

Oleh Syakieb Sungkar

DEMONSTRASI merebak di Iran sejak seminggu terakhir. Ini merupakan demo anti-pemerintah Iran terbesar sejak 2009. Massa yang berkumpul semakin membesar dan menyebar ke 80 kota. Para pengunjuk rasa dilaporkan telah merebut kota kecil Oshnavieh yang sebagian besar penduduknya Kurdi. Banyak yang takut demo ini akan berakhir dengan tindakan kekerasan: “Justru kami mengharapkan ada darah tertumpah,” kata seorang Kurdi Iran yang berbasis di Jerman yang mengedit sebuah situs berita. “Ini situasi yang sangat menegangkan.” Sebagai tanggapan, pihak berwenang telah meningkatkan tindakan keras mereka, termasuk mulai menembaki orang banyak. Pada hari Jumat, media pemerintah mengatakan sedikitnya 35 orang telah tewas, tetapi kelompok hak asasi mengatakan jumlahnya kemungkinan jauh lebih tinggi, yaitu 50 orang meninggal. Aktivis dan jurnalis juga telah ditangkapi untuk meredam kerusuhan ini. Protes ini dipicu oleh tewasnya Mahsa Amini, perempuan berusia 22 tahun yang ditangkap Polisi Moral atas tuduhan melanggar aturan hijab. Akibatnya Perempuan kemudian memimpin demonstrasi turun ke jalan, beberapa merobek jilbab mereka, melambaikan dan membakarnya di saat laki-laki menontoni aksi protes mereka.

Pada 13 September 2022, Mahsa ditangkap oleh patroli Polisi Moral ketika ia bepergian ke Teheran bersama keluarganya. Polisi mengklaim bahwa ia melanggar implementasi peraturan jilbab karena tidak mengenakan jilbabnya sesuai dengan standar pemerintah. Setelah ditangkap oleh polisi, ia dibawa ke tahanan. Saudara laki-lakinya mendengar petugas polisi memukuli Mahsa. Kemudian, Mahsa dibawa ke Rumah Sakit Kasra dan dirawat dalam keadaan koma. Para dokter di rumah sakit mengatakan bahwa Mahsa mengalami mati otak setelah kepalanya menderita cedera termasuk pendarahan dari telinga dan memar di bawah mata. Pada 16 September 2022, ia meninggal di Saqqez, Teheran, setelah koma selama tiga hari.

Sejak 16 September 2022, protes dimulai pada berbagai kota di Iran setelah kematiannya. Orang-orang meneriakkan slogan-slogan seperti “wanita, hidup, kebebasan”, dan “mati bagi diktator.” Protes juga terjadi di luar Rumah Sakit Kasra di Teheran, di mana Mahsa dirawat. Selama terjadi protes terhadap aturan berpakaian ketat Republik Islam Iran, banyak orang dibunuh oleh polisi. Di beberapa kota, para wanita di kerumunan terlihat membakar jilbab mereka. Orang-orang di media sosial juga memprotes kematiannya. Beberapa wanita Iran memotong rambut mereka untuk mendukung protes dan memposting video di media sosial. Karena meningkatnya protes, pemerintah Iran menghentikan akses ke banyak aplikasi termasuk Instagram dan WhatsApp.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.