SKETSA | Kartini
Mayoritas perempuan di negara maju tahun 1960an tidak menerima lagi nilai-nilai keluarga patriarki. Diskriminasi gender adalah suatu fakta dalam semua masyarakat, sharing pekerjaan rumah tangga masih diabaikan sebagian besar orang. Struktur dan legitimasi patriarkis sudah berubah secara mendasar. Perempuan tidak menerima otoritas pria lagi. Kekuasaan, permainannya harus diatur atas dasar penafsiran – institusi masyarakat tidak dapat lagi hadir untuk mengembalikan patriarkisme. Penyampaian kebutuhan perempuan pada media dan mobilisasi politik perempuan secara cepat dibuat untuk menandingi struktur kekuasaan yang ada dalam masyarakat, suatu kecenderungan sejarah menuju kesetaraan gender. Namun patriarkisme tidak mudah menghilang dengan cepat. Hal yang sudah berakar itu merefleksikan dominasi berdasar gender akan tetap hidup dari generasi ke generasi. Karena itulah hari Kartini perlu dirayakan setiap tahun, untuk mengingatkan perjuangan belum selesai.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!