Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Kartini

ED
Sabtu, 23 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Kartini

Karya lukis Kartini yang dibuat Basoeki Abdullah ini adalah karya yang serius, dilakukan dengan kesungguhan di mana semua bidang kanvas terisi warna. Bagaimana ia melukis rambut secara detail dengan asesories keemasan terselip pada sanggul. Demikian pula kerah kebaya dengan rajutan yang sangat berhias Jawa memperlihatkan kelas Kartini dalam berbusana. Basoeki juga sangat memperhatikan make up, ia tidak memberikan warna merah atau orange namun cenderung ungu selaras dengan warna kulit. Demikian pula pada pupur, Basoeki tidak mengeksplorasi warna di situ. Justru ia sangat memperhatikan detail pencahayaan dari arah kiri gambar. Hal lain adalah pandangan mata Kartini yang dilukis secara jitu, mata itu tidak menantang ke arah pemirsa tetapi sedikit menunduk namun terlihat tegas. Wajah itu terlihat sempurna karena Basoeki hanya memberikan mimik senyum sekedarnya yang menambah keanggunan Kartini. Secara keseluruhan, Basoeki tidak mengulas warna yang kinclong dalam lukisan ini, tetapi cenderung satu tone dengan suasana sephia. Untuk mengesankan irama lama, zaman kolonial yang para perempuannya tidak dilakukan secara setara.

Karya ini dibuat ketika Basoeki sudah berusia lanjut, di atas 60 tahun. Hal itu terlihat dari jenis tanda tangannya yang khas signature era tahun 70-an, dengan huruf Basoeki yang tegas dan bergaya. Bandingkan di awal karir, Basoeki hanya memberikan “B. Abdullah” saja pada tanda tangannya. Kemudian lukisan itu diberi titimangsa yaitu 76. Artinya Basoeki membuatnya di tahun 1976, tahun ketika Basoeki menikmati kesuksesan melukisnya secara komersial, saat ia baru kembali dari perantauannya di Thailand. Zaman di mana Basoeki saat itu sibuk dengan pesanan, namun ia menyempatkan diri untuk melukis Kartini sesuai dengan hobi masa kecilnya yaitu melukis tokoh lagenda yang disukainya.

Nampakmya pemikiran perempuan yang bisa berperan di depan sudah dimulai sejak abad 17, ketika Susan B. Anthony dan Elizabeth Cady Staton mempelopori kebangkitan peran perempuan melalui surat kabar The Revolution di Inggris. Sebelum abad 19, perempuan selalu dianggap tidak rasional, yang kerap menggunakan perasaan sebagai tolak ukur. Pengaruh dogma gereja ketika itu, telah menyebabkan perempuan dianggap jelmaan iblis atau setan. Keadaan seperti itu telah membuat para filsuf Eropa memulai kritiknya pada kebijaksanaan-kebijaksanaan Gereja yang diskriminatif itu. Isu-isu kesetaraan mulai merebak dan menjadi perdebatan di seantero Eropa. Ketika itu memang terjadi pembodohan terhadap perempuan, perempuan hanyalah second line atau nomor dua dalam kehidupan. Perempuan dianggap hanya sekedar bisa meramu makanan, sementara yang laki-laki berburu, mencari bahan makanan, dan sebagainya. Terlihat bahwa perempuan tidak diberikan kepercayaan untuk ikut andil membantu laki-laki.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.