SKETSA | Kartini
Di abad 19, mulai muncul gerakan yang mendesak perempuan untuk dididik agar mampu bersaing untuk merebut kesempatan dalam memasuki prinsip-prinsip maskulinitas. Penindasan pada perempuan yang terjadi selama ini berakar pada jenis kelamin laki-laki dan ideologi patriarkinya. Penguasaan fisik terhadap perempuan merupakan sistem hierakhi seksual di mana laki-laki memiliki kekuasaan superior dan previlage ekonomi. Sementara Feminisme Marxist menolak gagasan biologi sebagai dasar pembedaan gender. Penindasan perempuan dianggap sebagai penindasan kelas dalam hubungan produksi, sehingga persoalan perempuan selalu diletakkan dalam kerangka kritik atas kapitalisme.
Ciri dasar masyarakat baru yang sudah maju adalah perubahan pada kondisi perempuan. Transformasi itu mengalami kemajuan sejak tahun 1960-an. Ada dua fenomena yang berkorelasi: masuknya perempuan secara besar-besaran kedalam pasar tenaga kerja ekonomi maju, dan gerakan sosial yang didasarkan pada pertahanan identitas yang terus dipelihara dengan berkembangnya pergerakan perempuan dan feminisme secara umum. Perubahan struktur dan mobilisasi sosial adalah hal penting untuk mengerti transformasi peran perempuan dan nilai-nilai dalam masyarakat. Transformasi struktur tenaga kerja dalam kondisi meningkatnya ekonomi informasi berhubungan langsung dengan perubahan posisi perempuan dalam masyarakat.
Perempuan yang berprofesi sebagai pekerja dalam jangka panjang, mendapatkan dirinya dalam posisi yang lebih baik di rumah, karena pembagian kerja sosial antara pencari nafkah dengan pengurus rumah tangga kehilangan dasar legitimasi kulturalnya. Melakukan empat tugas pada waktu yang sama (mencari uang, membereskan rumah, mengasuh anak, melayani suami) menekan perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam masyarakat, perempuan yang bekerja sekaligus menjadi ibu rumah tangga, nampaknya sudah tidak cocok lagi. Hal itu didukung oleh nilai-nilai feminis yang dibicarakan di media sebagai sebuah gerakan perempuan dan ideologi. Walaupun banyak perempuan tidak menyebut dirinya feminis, perubahan dramatis pada nilai-nilai perempuan dalam masyarakat sudah terjadi hanya dalam satu generasi. Persamaan hak menjadi tujuan perempuan secara keseluruhan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!