SKETSA | Into the Wild
Pada bulan September, Chris tiba di Carthage, South Dakota, dan bekerja menjadi buruh pemetik hasil panen pada sebuah perusahaan milik Wayne Westerberg. Ia pergi setelah Westerberg ditangkap karena pembajakan satelit. Chris menyusuri sungai Colorado dengan perahu kayak, meskipun telah diberitahu oleh penjaga taman bahwa tidak boleh melakukannya tanpa ijin. Tetapi ia mengabaikan peringatan mereka dan pergi ke hilir Meksiko. Kayaknya hilang dalam badai debu, dan ia menyeberang kembali ke Amerika Serikat dengan berjalan kaki. Tidak dapat mencari tumpangan, ia melompat ke kereta barang menuju Los Angeles. Namun, tidak lama setelah tiba, ia mulai merasa “dirusak” oleh peradaban modern dan pergi lagi. Chris terpaksa melanjutkan menumpang kereta api kembali secara gelap, namun polsus kereta menangkap dan memukulinya.
Pada bulan Desember 1991, Chris tiba di Slab City, Imperial Valley, kemudian bertemu Jan dan Rainey lagi. Ia juga bertemu Tracy Tatro, seorang gadis remaja yang menunjukkan minat padanya, tapi ia menolaknya karena Tracy masih di bawah umur. Setelah cukup bercengkrama dengan Tracy (tanpa hubungan sex), Chris terus menuju Alaska. Satu bulan kemudian, ia berkemah di dekat Salton City. Di sana Chris bertemu Ron Franz, seorang pensiunan duda yang kehilangan keluarganya dalam kecelakaan mobil saat bertugas di Angkatan Darat Amerika Serikat. Ron menjalani kehidupan yang sepi di sebuah bengkel sebagai pengrajin kulit. Ia mengajari Chris cara mengukir kulit untuk menghasilkan ikat pinggang. Gesper buatan Chris itu diukir dengan nama-nama tempat perjalanan yang ia sudah lalui.
Setelah dua bulan bersama Ron, Chris memutuskan untuk pergi ke Alaska. Ron yang sudah terlanjur sayang, memberi Chris peralatan berkemah bekas pakai, bersama dengan tawaran untuk mengadopsinya sebagai cucu. Chris menolak secara halus dengan mengatakan kepadanya bahwa mereka akan mendiskusikannya setelah kembali dari Alaska. Pada April 1992, Chris tiba di daerah terpencil bernama Healy, tepat di Utara Taman Nasional dan Cagar Alam Denali di Alaska. Memperhatikan ketidaksiapan Chris menantang alam, sopir yang mengantarnya memberinya sepatu karet. Chris mendirikan kemah di bus kota rusak yang telah ditinggalkan, yang disebutnya sebagai “Bus Ajaib”. Ia puas dengan keterasingan, keindahan alam, dan sensasi hidup jauh dari tempat kelahirannya. Ia berburu dengan senapan kaliber 22, membaca buku, dan membuat catatan harian saat mempersiapkan kehidupan barunya di alam liar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!