Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Indra Lesmana

ED
Senin, 29 Agustus 2022 | 08:18 WIB
Bagikan
SKETSA | Indra Lesmana

Oleh Syakieb Sungkar 

HIDUP itu kadang seperti film, ada peristiwa, adegan, kilas balik, memori, pertemuan-pertemuan, yang membentuk sebuah kisah. Kisah itu dapat diputar ulang dalam versi dan urutan yang berbeda karena adanya sudut pandang baru, pengetahuan, dan kedewasaan. Namun yang tidak berubah dari ‘film’ yang kita ciptakan itu adalah ilustrasi musiknya. Mengiringi adegan masa lalu yang berkelebat di memori kita munculah musik yang terkait dengan peristiwa itu. Di antara musik yang mengiringi hidup saya adalah lagu-lagu yang dibuat Indra Lesmana. Indra Lesmana adalah anak ajaib yang di umur 10 tahun sudah pandai bermain piano dan diajak tampil bersama ayahnya, Jack Lesmana, di Bandung pada bulan Maret 1976. Dua bulan kemudian, bertempat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Indra bermain keyboard dalam sebuah konser jazz yang melibatkan musisi senior di samping Jack Lesmana seperti Benny Likumahuwa, dan penyanyi Broery Marantika. Dua tahun kemudian ia disekolahkan ayahnya di New South Wales Conservatory School of Music, Sydney. Demi menemani Indra yang masih berusia 12 tahun ketika itu, Jack Lesmana bersama keluarga boyongan ke Australia.

Jack Lesmana sendiri adalah pemain gitar jazz terkemuka Indonesia yang pada kenangan masa kecil saya muncul di televisi sebulan sekali dalam acara “Nada dan Improvisasi” antara tahun 1969-1979. Tubuhnya gempal dengan rambut ikal yang hampir kribo dan selalu tersenyum. Raut wajahnya diturunkan ke Indra, sehingga ketika tampil di Indra Lesmana Concert kemaren, 27 Agustus 2022, saya jadi teringat akan ayahnya. Ayahnya tampil biasanya dengan formasi Oele Pattiselanno, Benny Likumahuwa, Buby Chen dan Karim Suweileh yang memainkan drum. Hasil dari penampilan konsisten Jack Lesmana itu memang luar biasa, musik jazz kemudian booming di Indonesia. Musik Indonesia yang dulunya bergaya Koes Plus kemudian berakhir dengan munculnya Gang Pegangsaan yang menampilkan gaya musik yang digariskan Guruh Soekarno Putra, Eros Djarot, Chrisye, Keenan Nasution dan Fariz RM pada tahun 1977. Dan mereka tergerus juga dengan demam jazz sehingga musik Gang Pegangsaan ala progressive rock kemudian berganti dengan lagu-lagu jazzy melalui bungkus “pop kreatif”. Di tahun 80an, tanpa jazz pertunjukan menjadi kurang afdol. Kecenderungan itu juga muncul di kampus-kampus. Saya teringat di suatu hari tahun 1980 ada panggung jazz didirikan di depan Fakultas Kedokteran UI untuk mendukung Broery Marantika dan Harvey Malaiholo tampil menyanyikan “Just the Way You Are” yang sedang hit ketika itu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.